21 Rumah Sakit dan 190 Puskesmas di NTT Rusak Akibat Gempa Bumi

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
21 Rumah Sakit dan 190 Puskesmas di NTT Rusak Akibat Gempa BumiNasional | sindonews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:15Dengarkan Berita

Sejumlah fasilitas kesehatan mulai dari Rumah Sakit (RS) hingga puskesmas di Nusa Tenggara Barat (NTT) rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. Berdasarkan data yang dihimpun, ada 21 rumah sakit dan 190 puskesmas yang rusak.

"Sebanyak 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat," kata Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT Kombes Pol Bayu Suseno, Minggu (16/8/2026).

Sementara, di sektor infrastruktur, tercatat 33 titik longsor, empat titik patahan jalan, dan empat jembatan mengalami kerusakan. Sejumlah jalur vital seperti ruas Ende–Bajawa dan Ende–Maumere turut terdampak.

Baca juga: Update Korban Gempa Bumi di NTT: 51 Orang Meninggal, 64 Luka-Luka

Baca Juga:Jelang Pelimpahan Don Ritto, Penyidik Polri Bawa Boks ke Kejagung

"Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan. Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari," ujarnya. Dalam penanganan darurat, Polri telah memobilisasi personel tambahan guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan didukung sekitar 1.875 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan.

Armada helikopter juga disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis dan distribusi bantuan melalui jalur udara maupun laut. Polri turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.

Lihat video: DUKA GEMPA NTT! Ibu & Anak Ditemukan Meninggal Berpelukan Tertimbun Reruntuhan Gempa

 

Bayu menegaskan, pada tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.

“Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” ujar Bayu.

Baca Juga:Ungkap Strategi Cegahan Korupsi di Daerah, Mendagri Tito: Kuncinya Penguatan Sistem dan Integritas

Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder akan terus memperkuat operasi terpadu di wilayah terdampak. Pendataan masyarakat terdampak juga dilakukan sebagai dasar penyiapan Hunian Sementara (Huntara), sekaligus memastikan bantuan dan penanganan dapat diberikan secara tepat sasaran.

#Gempa NTT

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menperin Fokus Industrialisasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2027
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Anggarkan Transfer ke Daerah Rp735 Triliun dalam RAPBN 2027
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejuaraan Dunia BWF 2026: Putri KW Siap Tempur
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Penanganan Gempa di NTT Ditetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Efisiensi BUMN Hemat Rp50 Triliun, Nasim Soroti Nasib Pekerja
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.