Jakarta, tvOnenews.com - Uni Eropa (EU) menyatakan kesediaannya untuk membantu Indonesia dalam proses pencarian dan penyelamatan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan pihaknya siap mengerahkan sistem observasi satelit Copernicus.
Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan di media sosial X pada Sabtu (15/8/2026). Ursula menegaskan bahwa Uni Eropa siap memberikan dukungan untuk membantu penanganan bencana di Indonesia.
"Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu," kata Von der Leyen melalui media sosial X, dikutip Minggu (16/8/2026).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah pesisir NTT tersebut memicu dampak serius di sejumlah wilayah.
Banyak rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu petang diketahui 47 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak, sedangkan jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.
Berdasarkan laporan sementara diterima Kementerian Sosial RI, gempa tersebut berdampak ke sejumlah wilayah terutama Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.
"Indonesia, kami berdiri bersamamu," pungkas Ursula von der Leyen. (rpi)




