Aceh Kaya Pejuang Gigih, Ulama Perempuan Ini Jadi Panglima Perang dan Ditakuti Belanda

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejarah perjuangan melawan kolonial Belanda di Aceh tidak hanya diwarnai kiprah para ulama laki-laki dan pejuang di medan perang.

Teungku Fakinah menjadi salah satu sosok perempuan yang tampil di garis depan. Selain dikenal sebagai ulama dan pendidik Islam, ia juga memimpin pasukan sebagai panglima perang dan menjadi salah satu tokoh yang disegani dalam perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda.

Baca Juga
  • Israel Bunuh Komandan Hizbullah, Lebanon Memanas, AS Minta Penjelasan Tel Aviv
  • Dari Irak ke Iran, Mengapa Amerika Mengulangi Kesalahan Perang Panjang?
  • Lebanon Berbeda, Pelajaran yang Selalu Gagal Dipahami Israel Selama 100 Tahun

Teungku Fakinah lahir sekitar 1856 M di Desa Lam Diran atau Lam Beunot, Aceh Besar. Ia merupakan salah satu tokoh perempuan Aceh yang memiliki peran penting dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Selain dikenal sebagai panglima perang, Teungku Fakinah juga merupakan ulama dan pendidik Islam.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dua peran tersebut menjadi salah satu hal yang membedakannya dari sejumlah pahlawan perempuan Aceh lainnya.

Sebelum Perang Aceh meletus, Teungku Fakinah telah mengabdikan dirinya dalam pendidikan Islam di dayah yang didirikan oleh keluarganya.

Ketika perang berkecamuk, ia turut terjun ke medan perjuangan dan tampil sebagai seorang panglima yang disegani oleh lawan.

Setelah kembali dari medan perang, ia kembali menjalankan perannya sebagai ulama dan pendidik di dayah.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa M 7 Selama 14 Hari
• 12 jam laludetik.com
thumb
Pemain Timnas Malaysia Sergio Aguero Mantap Pilih PSM Makassar: Akankah Ulang Kesuksesan Safee Sali di Liga Indonesia
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Peristiwa 16 Agustus: Soekarno-Hatta Diculik ke Rengasdengklok
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Gempa NTT, Korem 161 Siapkan Tenda Pengungsian dan Dapur Umum | KOMPAS SIANG
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Persebaya menang tipis 1-0 atas Penang FC
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.