JAKARTA, DISWAY.ID-- Kawasan wisata Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara mulai Minggu, 16 Agustus 2026, usai gempa bumi M7,7 menyebabkan longsor di salah satu tebing kawah.
Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Heru Rudiharto, mengatakan, penutupan dilakukan guna antisipasi keselamatan wisatawan dan petugas di kawasan Taman Nasional Kelimutu.
BACA JUGA:Pemulihan Jaringan Capai 85 Persen BBM, TelkomGroup Terus Benahi Layanan Pascagempa NTT
"Kegiatan wisata di Danau Kelimutu ditutup mulai 16 Agustus 2026," ujar Heru dalam keterangannya.
Ia menyampaikan, kawasan wisata Danau Kelimutu, akan kembali dibuka setelah kondisi dinilai aman dan kondusif.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Kelimutu, Vinsensius Tuku, mengatakan terdapat longsor pada salah satu sisi tebing kawah.
"Longsor di sisi barat kawah 2 atau Tiwu Ko'ofai Nuwamuri," ujar Vinsensius.
BACA JUGA:Pemerintah Hadir untuk Warga Terdampak Gempa NTT, BULOG Gerak Cepat Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT pada Sabtu pagi.
Gempa berpusat di wilayah Kabupaten Nagekeo, sekitar 30 kilometer timur laut wilayah tersebut dengan kedalaman 15 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores.
"Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores," kata Arief.
BACA JUGA:Pasokan Listrik dan BBM Aman, Korban Gempa NTT Kini Bisa Nikmati Internet Gratis
Menurut Arief, aktivitas sesar di kawasan tersebut memiliki catatan sejarah kegempaan. Salah satunya adalah gempa besar yang terjadi pada 1992.
Dengan adanya dampak gempa di kawasan Kelimutu, pengelola memilih menutup sementara aktivitas wisata hingga kondisi kawasan dapat dipastikan aman.
- 1
- 2
- »





