Gempa Flores Picu Indikasi Likuifaksi, Begini Penjelasan Badan Geologi

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), memunculkan indikasi terjadinya likuifaksi di wilayah Waekokak.

Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan adanya mata air yang keluar beberapa saat setelah gempa terjadi.

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Terdampak Gempa di NTT

"Jenis likuifaksi berupa semburan air berpasir atau lumpur," kata Kepala Badan Geologi ESDM Lana Saria, Minggu (16/8/2026).

Dia menjelaskan likuifaksi tersebut dapat menimbulkan dampak berupa kerusakan tanah serta pondasi yang relatif rendah hingga sedang.

BACA JUGA: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Menewaskan 111 Orang

Namun, kondisi likuifaksi di Waekokak disebut tidak seperti yang terjadi di Palu.

"Likuifaksi ini masih dalam kategori relatif aman dan bukan seperti kasus likuifaksi tipe Palu yang dapat mengalir jauh," tuturnya.

BACA JUGA: Gempa Bumi Venezuela, Korban Tewas Mencapai 235 Jiwa

Dia melanjutkan pihaknya masih perlu memastikan dengan identifikasi lapangan terkait ini apakah likuifaksi atau bukan.

Sementara itu, gempa bumi yang terjadi dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores.

"Sesar naik busur belakang Flores, tercatat pernah menyebabkan gempa bumi merusak dan beberapa di antaranya memicu tsunami," ungkapnya.

Dia mengatakan gempa bumi yang diikuti tsunami di antaranya di Flores Utara pada 1961 dan Flores pada 1992.

Adapun gempa bumi merusak lainnya yang melanda Pulau Flores di antaranya di Solor pada 1982 dan Manggarai pada 2003.

Lana menambahkan pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan, serta mengikuti arahan petugas.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terhadap bangunan setelah terjadi gempa bumi," ungkapnya.

Sebelumnya, korban tewas akibat gempa dahsyat itu mencapai 51 orang. (mcr27/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polri Kembali Kirim Tim SAR dan Bantuan Logistik ke NTT


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata Kepala SPPG Serasan soal Pelayanan MBG di Batas Negara
• 18 jam lalukompas.com
thumb
PDIP Usulkan Pembentukan Pansus untuk Bahas RUU Kewarganegaraan Ganda Terbatas
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Kenyataan Pahit untuk Elkan Baggott dari Millwall di Liga Inggris
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Efisiensi BUMN Hemat Rp50 Triliun, Nasim Soroti Nasib Pekerja
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Desakan Korsel Ajak Korut Dialog untuk Akhiri Perang Korea
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.