Sebagian Warga NTT Mengungsi Mandiri, BNPB: Masyarakat Trauma Gempa Flores 1992

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Sejumlah pekerja mengamati kondisi bangunan Bank NTT Kantor Cabang Ruteng yang mengalami kerusakan akibat gempa di Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). (Sumber: Fikri Yusuf/Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan sebagian warga Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengungsi secara mandiri usai gempa 7,7 M pada Sabtu (15/8/2026) lalu.

Abdul Muhari mengatakan, berasarkan laporan yang diterima BNPB, sebagian masyarakat masih mengungsi di tempat yang sama sejak hari kejadian.

Pejabat BNPB itu menyebut warga terpaksa mengungsi karena kerusakan atau trauma gempa dan tsunami Flores yang merenggut setidaknya 2.500 jiwa pada 1992 silam.

Baca Juga: [FULL] Terbaru! Korban Gempa NTT, BNPB: 53 Orang Meninggal hingga 135 Terluka

"Dari laporan visual yang kita terima di Pusdalops BNPB, ada beberapa tempat di mana masyarakat masih tetap bertahan sejak hari pertama. Tidak hanya dikarenakan oleh kondisi bangunan rumah saudara-saudara yang mungkin terdampak gempa, tetapi juga kondisi psikologis di mana aftershock masih ada yang dirasakan," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Minggu (16/8).

"Juga terdapat psikologis bahwa yang kita ketahui, beberapa masyarakat ini berpengalaman pada saat gempa dan tsunami pada 1992, sehingga kondisi psikologis ini menjadi trauma dan mendorong masyarakat misalkan tetap berada di tempat pengungsian."

Kekhawatiran masyarakat juga bertambah akibat gempa susulan yang terus-menerus mengguncang NTT. Menurut BNPB, per Minggu (16/8) sore, terdapat 995 gempa susulan yang tercatat di wilayah NTT.

Meskipun demikian, Abdul Muhari mengatakan gempa susulan yang dirasakan warga sekitar 46 kali atau kurang dari 10 persen dari keseluruhan.

"Perlu kita pahami bahwa gempa susulan ini diperlukan oleh struktur patahan gempa untuk kembali menjadi stabil. Jadi ini adalah fenomena alam yang memang harus kita lalui," kata Abdul Muhari.

Abdul Muhari menambahkan, BNPB akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan jumlah pengungsi, baik di tempat pengungsian terpusat atau mengungsi secara mandiri.

Per Minggu (16/8) sore, gempa NTT dilaporkan telah menimbulkan setidaknya 53 korban jiwa dan 135 korban luka. Ratusan rumah warga dan infrastruktur juga mengalami kerusakan akibat gempa.

Baca Juga: Gempa Bumi M6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Fauzan-Alhazmi

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gempa ntt
  • korban gempa ntt
  • pengungsi gema ntt
  • gempa flores 1992
  • trauma gempa
  • bnpb
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi Aging Population, Kemendukbangga Dorong Lansia Tetap Produktif
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Haji Isam Siap Akuisisi 62,2 Persen Saham Bayan Resources
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bupati Wajo Kukuhkan 70 Paskibraka, Siap Bertugas di HUT Ke-81 RI
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Bos OJK Pastikan Demutualisasi Bursa Efek Bakal Tekan Konflik Kepentingan
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Flores Aman Pascagempa
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.