JAKARTA, KOMPAS.TV - Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan korban jiwa akibat gempa 7,7 M di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) lalu bertambah menjadi 53 jiwa.
Menurut data BNPB per Minggu (16/8) sore, korban jiwa terbanyak terdapat di Kabupaten Manggarai. Selain korban jiwa, terdapat 135 korban luka yang dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.
"Rincian (korban jiwa) Kabupaten Manggarai Barat satu jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Manggarai 25 jiwa, Nagekeo satu jiwa, Sikka empat jiwa, dan Ende dua jiwa," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Minggu (16/8).
"Sekali lagi atas nama pemerintah, tentu saja kita mendoakan yang terbaik untuk para korban dan simpati yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan."
Baca Juga: Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Bantuan Logistik
Mengenai data kerusakan, BNPB mencatat terdapat ratusan rumah warga yang rusak akibat gempa NTT. Muhari menyebut terdapat 154 unit rumah rusak berat, 49 rusak sedang, dan rusak ringan 38 unit.
Meskipun demikian, Abdul Muhari mengatakan data kerusakan masih bersifat dinamis. Petugas di lapangan disebutnya akan melakukan pencatatan dan verifikasi lanjutan untuk mendata kerusakan.
Kerusakan juga terjadi di fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, hingga kantor pemerintahan.
"Saat ini tim di lapangan, termasuk juga para menteri yang sudah masuk ke tujuh kabupaten/kota terdampak akan berkoordinasi dengn pemerintah daerah untuk memastikan kembali jumlah pengungsi," kata Abdul Muhari.
Baca Juga: Gempa Bumi M6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- gempa ntt
- korban gempa ntt
- nusa tenggara timur
- korban gempa
- update gempa ntt
- bnpb





