KAIRO, KOMPAS.TV - Delegasi Hamas yang dipimpin pemimpin kelompok tersebut, Khalil al-Hayya, berada di Kairo untuk membahas gencatan senjata di Gaza.
Media pemerintah Mesir melaporkan al-Hayya bertemu dengan Mayor Jenderal Hassan Rashad, yang merupakan kepala badan intelijen Mesir.
Al-Hayya kembali menegaskan komitmen Hamas untuk menerapkan rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gaza.
Menurut televisi al-Qahera News, rencana tersebut bertujuan mengakhiri penderitaan warga Gaza dan memulai proses pembangunan kembali wilayah tersebut.
Para mediator mendorong penerapan peta jalan yang mencakup pelucutan senjata Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya di Gaza, penarikan pasukan Israel, serta pengalihan kekuasaan kepada teknokrat Palestina.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana terbaru Trump untuk menghidupkan kembali gencatan senjata yang terhenti.
Baca Juga: Netanyahu Tolak Rencana Trump, Kembali Tegaskan Israel Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza
Netanyahu mengatakan Israel tidak akan menarik pasukannya dari sekitar 60 persen wilayah Gaza yang saat ini dikuasainya hingga Hamas sepenuhnya dilucuti.
Hamas, yang menguasai wilayah lainnya, menolak tuntutan tersebut.
Belum diketahui apakah al-Hayya akan bertemu dengan Kushner, perwakilan tinggi Board of Peace Nickolay Mladenov, atau anggota dewan eksekutif sekaligus mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Ketiganya dijadwalkan melakukan perjalanan ke Israel dan Mesir pekan ini.
Secara terpisah, Kushner bertemu dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi.
Kantor kepresidenan Mesir mengatakan pertemuan tersebut menyerukan agar Israel dan Hamas memenuhi kewajiban mereka berdasarkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Sebelumnya, diberitakan bahwa menantu Presiden Donald Trump sekaligus negosiator, Jared Kushner, akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah pekan ini untuk mendorong rencana mengakhiri konflik di Gaza.
Seorang pejabat Board of Peace, badan yang dibentuk Trump untuk mengawasi gencatan senjata rapuh dalam perang Israel-Hamas, mengatakan Kushner, perwakilan tinggi dewan Nickolay Mladenov, serta anggota dewan eksekutif dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair akan tiba di Israel pada Minggu (16/8/2026).
Rombongan tersebut kemudian akan menuju Kairo, Mesir. Di sana, pertemuan kelompok teknokrat Palestina yang dipersiapkan untuk mengambil alih kendali Gaza berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlangsung selama beberapa bulan.
Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan pertemuan tersebut akan menunjukkan tekad Trump dan Board of Peace untuk mewujudkan perdamaian, kemakmuran, dan keamanan berkelanjutan di Gaza yang didemiliterisasi.
Baca Juga: Netanyahu: Tidak Akan Ada Penarikan Tentara Israel dari Gaza sampai Hamas Benar-Benar Dilucuti
Namun, Israel menolak kesepakatan yang baru-baru ini diumumkan Trump mengenai pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari wilayah Palestina. Penolakan tersebut menjadi salah satu bentuk ketegangan terbuka yang jarang terjadi antara Israel dan pemerintahan Trump.
Meskipun Hamas telah menerima rencana untuk melucuti senjatanya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari terakhir menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya sampai Hamas benar-benar melucuti senjata.
Kesepakatan tersebut sebelumnya dipandang sebagai terobosan potensial untuk mengakhiri perang di Gaza. Kesepakatan itu didasarkan pada gencatan senjata Oktober yang mengakhiri operasi militer besar-besaran dan memungkinkan pembebasan para sandera yang masih ditahan di Gaza. Namun, implementasi kesepakatan tersebut masih menemui hambatan dalam sejumlah isu lainnya.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- al hayya
- perundingan damai
- gencatan senjata
- jared kushner
- hamas





