Wajah Upacara HUT RI dari Presiden ke Presiden...

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus selalu menjadi momen kenegaraan yang paling dinanti setiap tahunnya.

Pengibaran Sang Merah Putih, lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Proklamasi, Detik-Detik Proklamasi, hingga penghormatan kepada para pahlawan menjadi rangkaian yang seolah tidak berubah dari tahun ke tahun.

Namun, di balik ritual yang berlangsung berulang tersebut, upacara 17 Agustus ternyata terus mengalami perubahan.

Dari masa Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, upacara kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni untuk mengenang Proklamasi 17 Agustus 1945.

Baca juga: Istana Gelar Upacara 17 Agustus Hari Ini, Ada Atraksi Jet Tempur hingga Pagelaran Seni Budaya

Upacara pertama digelar di Yogyakarta

Peringatan HUT pertama Kemerdekaan RI pada 1946 tidak digelar di Jakarta, tetapi dilaksanakan di Yogyakarta.

Saat itu, pusat pemerintahan Republik Indonesia telah dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta pada 4 April 1946  karena situasi keamanan di Jakarta semakin memburuk.

Akibat pusat pemerintahan berada di Yogyakarta, peringatan kemerdekaan pertama setelah Proklamasi pun dilaksanakan di kota tersebut.

Presiden Soekarno kemudian memerintahkan ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta.

Baca juga: Sejarah Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI, Pertama Kali Dilaksanakan di Yogyakarta pada 17 Agustus 1946

Dari sinilah salah satu tradisi penting dalam upacara kemerdekaan mulai dirancang.

Mutahar memiliki gagasan agar pengibaran bendera pusaka dilakukan para pemuda yang berasal dari berbagai penjuru Tanah Air.

Namun, situasi saat itu membuat gagasan tersebut belum dapat diwujudkan sepenuhnya.

Mutahar akhirnya hanya menghadirkan lima pemuda yang kebetulan berada di Yogyakarta, terdiri dari tiga pemuda dan dua pemudi, 

Jumlah lima orang tersebut melambangkan lima sila dalam Pancasila.

Kelompok kecil inilah yang menjadi cikal bakal tradisi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka.

Upacara pada 17 Agustus 1946 digelar di halaman Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung.

Soekarno bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Wakil Presiden Mohammad Hatta, Panglima Besar Jenderal Soedirman, serta para menteri turut hadir.

Baca juga: Susunan Upacara Kemerdekaan RI ke-81 17 Agustus 2026 dan Contoh Doanya

Pidato Soekarno dan nasionalisme revolusioner

Pada masa pemerintahan Bung Karno, peringatan 17 Agustus memiliki nuansa nasionalisme revolusioner yang sangat kuat.

Kemerdekaan tidak dipandang sebagai sesuatu yang selesai setelah Proklamasi 1945.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, pidato-pidato Bung Karno pada setiap peringatan kemerdekaan menjadi bagian penting dari ritual kenegaraan.

"Pidato-pidato 17 Agustus menjadi sarana penting untuk menentukan arah politik dan membangun kesadaran kebangsaan," ujar Singgih kepada Kompas.com, Minggu (16/8/2026).

Pidato tersebut bukan sekadar laporan mengenai kondisi negara, melainkan juga sarana untuk menentukan arah politik sekaligus membangun kesadaran kebangsaan.

Baca juga: Menjemput Janji Kemerdekaan: Soekarno-Hatta Bertolak ke Dalat

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dengan kata lain, upacara 17 Agustus pada era Soekarno menjadi panggung untuk terus menghidupkan semangat revolusi dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Kenalkan Buruh Pengupas Bawang Berupah Rp700 Ribu per Kg, Sesuai Harga Bawang per Provinsi?
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
10 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru Tanpa Watermark, Download Gratis dan Unggah ke Media Sosial
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo: Dirgahayu Republik Indonesia
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Hetifah Desak Rehabilitasi 100 Ribu Sekolah Dipacu, Pendidikan Inklusif Diperkuat
• 18 jam laludisway.id
thumb
144 Penyakit Ini Pengobatannya Ditanggung BPJS Kesehatan
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.