JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih melaksanakan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diguncang gempa pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
"Ada beberapa menteri, yang oleh karena kemarin sekali lagi, kita menyampaikan rasa duka cita mendalam karena telah terjadi musibah gempa bumi yang cukup besar di NTT, maka ada beberapa menteri yang memang memimpin upacara (di NTT)," kata Prasetyo.
Dia menyebut para menteri tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, hingga Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
Baca Juga: Gempa NTT, Pemerintah Kirim Tambahan 25 Ton Bantuan Logistik
"Contohnya adalah Menko PMK, kemudian Bapak Mendagri, kemudian Menteri PU, kemudian Wakil Menteri Kesehatan, dan juga Wakil Menteri Sosial sekarang sedang berada di Nusa Tenggara Timur," ungkapnya.
Dia menyebut keberadaan para menteri tersebut di NTT sekaligus memonitor dan memastikan penanganan bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut.
"Jadi di tengah-tengah kita merayakan HUT kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya," jelasnya.
Sebelumnya, Menko PMK Pratikno telah menyampaikan rencana sejumlah menteri memperingati HUT ke-81 RI bersama warga yang terdampak gempa di NTT.
“Kami akan membagi tugas ke lapangan (lokasi terdampak bencana) dan kemudian kita besok akan berupacara tidak di Jakarta, tapi kita akan ikut berupacara hari ulang tahun kemerdekaan di berbagai daerah (terdampak gempa bumi)," ucapnya usai rapat koordinasi di NTT, Minggu (16/8/2026).
Sebagaimana diketahui, gempa bumi magnitudo 7,7 melanda wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026), mengakibatkan korban jiwa dan korban luka-luka.
Berdasarkan keterangan Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, per Minggu, korban jiwa akibat gempa di NTT mencapai 53 jiwa.
Baca Juga: Dukung Pencarian Korban Gempa NTT, Polri Kirim 10 Anjing K9 Berkemampuan SAR
Selain korban jiwa, terdapat 135 korban luka yang dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.
BNPB mencatat terdapat ratusan rumah warga yang rusak akibat gempa, dengan rincian 154 unit rumah rusak berat, 49 rusak sedang, dan rusak ringan 38 unit.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, hingga kantor pemerintahan.
Muhari mengatakan data kerusakan masih bersifat dinamis. Petugas di lapangan disebutnya akan melakukan pencatatan dan verifikasi lanjutan untuk mendata kerusakan.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- peringatan hut ri
- istana
- menteri
- ntt
- gempa ntt
- hut ke 81 ri





