Jakarta, VIVA – Pasar mobil di Indonesia masih banyak diisi konsumen yang baru pertama kali memiliki kendaraan roda empat. Kondisi ini terlihat dari data PT Astra Daihatsu Motor (ADM), yang mencatat porsi first car buyer di antara konsumennya mencapai 66 persen.
Marketing Director dan Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, mengatakan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proporsi pembeli mobil pertama secara nasional yang berada di kisaran 54 persen.
"Kalau kita lihat total market Indonesia, pembeli mobil itu didominasi oleh pembeli mobil pertama. Di sini ada 54 persen kalau di total market. Daihatsu bahkan lebih besar lagi, 66 persen pembeli mobil pertama," ujar Rokky belum lama ini.
Menurut Rokky, konsumen yang membeli mobil pertama dari Daihatsu juga mayoritas sebelumnya menggunakan sepeda motor. Sekitar 90 persen pembeli mobil pertama tersebut merupakan pengguna roda dua yang kemudian melakukan peningkatan ke kendaraan roda empat.
"Daihatsu memang fokus di pembeli mobil pertama, khususnya orang-orang yang sebelumnya menggunakan sepeda motor. Ada 90 persen yang menggunakan sepeda motor, yang step up untuk menjadi pembeli mobil pertama," katanya.
Besarnya porsi pembeli mobil pertama tersebut tidak terlepas dari posisi Daihatsu yang banyak bermain di segmen kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta.
Rokky menyebut sekitar 50 persen pasar otomotif Indonesia merupakan kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta. Di segmen tersebut, Daihatsu menjadi market leader dengan pangsa pasar sekitar 33,5 persen.
Untuk mengetahui pertimbangan konsumen, Daihatsu melakukan survei terhadap pembeli mobil pertama di segmen bawah Rp300 juta. Hasilnya, terdapat lima motif utama yang menjadi pertimbangan sebelum membeli kendaraan.
Pertama adalah layanan purnajual yang murah dan mudah. Konsumen juga mempertimbangkan tampilan kendaraan, harga yang terjangkau, konsumsi bahan bakar, serta harga jual kembali.
"Yang pertama adalah mereka mengharapkan layanan purnajual yang murah dan mudah. Yang kedua, mereka juga menginginkan tampilan yang oke. Yang ketiga, mereka juga ingin harga yang terjangkau. Yang keempat, irit bahan bakarnya. Dan yang kelima yang juga penting adalah resale value, harga jual kembali," tutur Rokky.





