Trump Pangkas Latihan Militer AS dan Korsel Demi Korut

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada Minggu (16/08) bahwa ia memerintahkan Pentagon untuk secara signifikan mengurangi latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.

Trump menulis di Truth Social bahwa latihan tahunan itu tidak hanya mahal, tetapi juga "mengirimkan sinyal yang sepenuhnya tidak pantas dan bersifat permusuhan" kepada Korea Utara, yang menurutnya selama ini telah bersikap "tidak mengancam dan menghormati" AS.

Pengumuman itu muncul tepat saat AS dan Korea Selatan dijadwalkan memulai salah satu dari dua latihan militer bersama skala besar tahunan mereka pekan ini.

Korea Selatan merupakan salah satu sekutu utama AS, dan hubungan keduanya telah bertahan melewati lebih dari tujuh dekade meskipun terjadi berbagai perubahan politik.

Trump juga menyoroti bahwa Korea Selatan menolak membantu AS dalam upaya denuklirisasi Iran, serta menyebut dirinya memiliki "hubungan yang sangat baik" dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

"Walaupun agak tidak terkait (?), baru-baru ini saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam denuklirisasi Republik Islam Iran, dan mereka menjawab, 'Tidak, terima kasih!'" tulis Trump.

"Oleh karena itu, dan mengingat sudah terlalu terlambat untuk dibatalkan, saya telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan tersebut!" kata Trump.

Latihan untuk menghadapi ancaman Korut

Latihan militer gabungan yang dikenal sebagai Ulchi Freedom Shield dijadwalkan berlangsung dari 17 hingga 27 Agustus 2026.

Militer Korea Selatan menyampaikan kepada Associated Press bahwa latihan tersebut melibatkan 18.000 tentara Korea Selatan.

Latihan gabungan diperkirakan mencakup operasi untuk melawan drone, mengatasi gangguan sinyal GPS, dan bertahan dari serangan siber, sebagai respons terhadap kemampuan Korea Utara yang terus berkembang.

Korea Utara juga diketahui telah membantu Rusia dalam perangnya melawan Ukraina dengan mengirimkan pasukan.

Korut merespons dengan uji senjata

Pengumuman Trump datang beberapa hari setelah Korea Utara dilaporkan menembakkan rudal balistik ke arah laut.

Pekan lalu, Pyongyang mengancam akan mengambil langkah tegas terhadap Washington dan Seoul, serta menyebut latihan musim panas itu sebagai "gladi resik perang."

Korea Utara secara rutin mengecam latihan militer bersama AS-Korea Selatan sebagai latihan persiapan invasi.

Namun, belum jelas bagaimana pengumuman Trump akan dijalankan, mengingat latihan militer bersama itu sudah dijadwalkan.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Hani Anggraini

width="1" height="1" />




(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembalikan Senyum Anak untuk Perkuat Masa Depan Indonesia
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
NTT Kembali Diguncang Gempa Susulan M5,6, Tak Picu Tsunami
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ribuan Tamu Undangan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Indonesia Mulai Memadati Istana Kepresidenan
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
FULL! Basuki Hadimuljono Pimpin Malam Renungan Suci Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di IKN
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Rombongan Kirab Bendera Pusaka Berangkat dari Monas Menuju Istana
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.