Anthropic Mau IPO Sekarang tapi Pakai Valuasi Masa Depan

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kalau kebanyakan orang menilai harga perusahaan dari kondisi bisnisnya sekarang, Wall Street tampaknya memilih cara yang sedikit berbeda untuk Anthropic. Perusahaan AI di balik Claude itu sedang bersiap menghadapi salah satu IPO terbesar dalam sejarah industri teknologi. 

Tapi yang bikin menarik, investor bukan cuma melihat pendapatan Anthropic hari ini. Mereka bahkan sudah melompat jauh ke 2028 untuk memperkirakan berapa sebenarnya harga yang pantas untuk perusahaan tersebut.

Baca juga: Danantara Buka Peluang IPO Sejumlah BUMN, Pegadaian hingga Pelindo Masuk Radar

Dikutip dari Channel News Asia Senin, 17 Agustus 2026, menurut dua sumber yang mengetahui kondisi keuangan Anthropic, perusahaan memproyeksikan pendapatan pada 2028 bisa mencapai USD190 miliar hingga USD200 miliar.

Angka tersebut benar-benar jauh dibandingkan revenue run rate Anthropic yang sekitar USD47 miliar pada Mei lalu. Run rate sendiri sederhananya adalah gambaran berapa besar pendapatan perusahaan jika performa bisnis saat ini terus berjalan selama setahun.

Artinya, investor sedang bertaruh Anthropic bakal tumbuh brutal dalam beberapa tahun ke depan.

Para bankir dan investor kabarnya menggunakan metode enterprise value-to-revenue multiple untuk memperkirakan valuasi Anthropic. Metode ini cukup umum digunakan untuk perusahaan software yang pertumbuhannya tinggi tetapi belum memiliki laba yang stabil.

Tapi ada yang bikin kasus Anthropic berbeda. Investor tidak cuma melihat proyeksi satu tahun ke depan. Mereka justru melihat dua tahun ke depan, sampai 2028. 

Ini menunjukkan betapa sulitnya menentukan harga perusahaan AI yang pertumbuhannya supercepat, tetapi di saat yang sama masih membakar duit dalam jumlah jumbo untuk GPU, pusat data, pelatihan model, dan infrastruktur komputasi.

Pertumbuhannya Ngebut, Biayanya Juga Ngebut

Anthropic harus mengeluarkan dana besar untuk membeli kapasitas komputasi, menjalankan GPU, melatih model AI, melakukan inferensi, serta merekrut talenta teknologi.

Jadi kalau hanya melihat laba perusahaan saat ini, gambaran yang muncul belum tentu mencerminkan potensi bisnis Anthropic ketika sudah mencapai skala yang jauh lebih besar.

Investor justru berharap biaya tersebut pada akhirnya bisa tumbuh lebih lambat dibandingkan pendapatan.

Sederhananya begini hari ini Anthropic mungkin harus mengeluarkan duit besar untuk menghasilkan USD1 pendapatan. Tetapi ketika jumlah pengguna dan pelanggan korporasinya sudah melonjak, biaya tambahan untuk menghasilkan pendapatan berikutnya diharapkan semakin kecil.

Kalau itu benar-benar terjadi, margin keuntungan Anthropic bisa melebar secara signifikan. Dan disitulah alasan kenapa Wall Street berani melihat sampai 2028.

Anthropic Cari "Teman" Buat Dibandingkan

Menentukan valuasi perusahaan yang belum matang memang tidak gampang. Karena itu, investor biasanya mencari perusahaan lain yang bisa dijadikan pembanding atau comparable companies.

Dalam kasus Anthropic, beberapa nama yang dipertimbangkan antara lain Cloudflare, Palantir, dan SpaceX.

Ketiganya memberikan perspektif berbeda. Palantir bisa menjadi benchmark untuk perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi dan eksposur AI. Cloudflare menawarkan pembanding dari sisi software serta infrastruktur internet yang tumbuh cepat.

Sementara SpaceX memberikan contoh yang sedikit berbeda: valuasinya juga banyak dipengaruhi ekspektasi terhadap skala bisnis masa depan, bukan hanya performa keuangan saat ini.

Palantir diperdagangkan sekitar 53 kali perkiraan pendapatan tahun ini. Sementara SpaceX dan Cloudflare masing-masing berada di sekitar 41,6 kali perkiraan pendapatan 2026, berdasarkan data LSEG.

Dengan benchmark seperti itu, investor mencoba mencari jawaban atas pertanyaan sederhana yang ternyata susah banget:

Kalau Anthropic bisa menghasilkan USD200 miliar revenue pada 2028, berapa harga perusahaan yang masuk akal hari ini?

Pertumbuhan Anthropic menjadi alasan utama kenapa investor berani menggunakan proyeksi yang sangat jauh.

Pada akhir 2025, annual revenue run rate Anthropic masih berada di sekitar USD9 miliar Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Mei 2026, angkanya sudah melonjak menjadi lebih dari USD47 miliar. Dengan kata lain, bisnis Anthropic sedang mengalami pertumbuhan yang sangat agresif.

Perusahaan bahkan memproyeksikan pendapatan setidaknya USD10,9 miliar pada kuartal II 2026. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya dan membuat Anthropic berada di jalur menuju laba operasional kuartalan pertamanya sebesar sekitar USD559 juta.

Anthropic juga menyebut tingkat pendapatan tahunannya tumbuh lebih dari 10 kali lipat setiap tahun selama tiga tahun hingga awal 2026.

Nah, kalau pertumbuhan seperti ini bisa dipertahankan, proyeksi USD190 miliar dan USD200 miliar pada 2028 mulai terlihat lebih masuk akal bagi investor.

Tapi tetap saja, proyeksi bukan kenyataan.

AI Beneran Sebesar Itu?

Di sinilah investor mulai harus mengerem sedikit.

David Merkel, prinsipal di Aleph Investments, menilai Anthropic bisa saja mencapai valuasi USD2 triliun.

Tapi pertanyaannya bukan cuma bisa atau tidak? Pertanyaan yang jauh lebih penting apakah valuasi sebesar itu bisa bertahan?

Kalau AI benar-benar bisa mengubah cara perusahaan bekerja, meningkatkan produktivitas, mengotomatisasi pekerjaan, dan menciptakan jenis bisnis baru, valuasi triliunan dolar mungkin saja punya dasar.

Tapi kalau pertumbuhan AI ternyata tidak sebesar ekspektasi, ceritanya bisa berubah dengan cepat.

Itulah kenapa IPO Anthropic bukan sekadar soal berapa harga saham per lembar. Ini adalah pertaruhan Wall Street terhadap masa depan AI.

Investor bukan cuma membeli pendapatan Anthropic hari ini. Mereka sebenarnya sedang membeli mimpi tentang seberapa besar Anthropic bisa menjadi pada 2028 dan setelahnya.

Dan mungkin itu yang membuat IPO ini begitu menarik. Karena kalau prediksi USD200 miliar revenue benar-benar tercapai, investor hari ini bisa terlihat seperti jenius.

Tapi kalau pertumbuhan AI melambat dan biaya komputasi tetap brutal, valuasi triliunan dolar bisa berubah menjadi salah satu contoh klasik ketika Wall Street terlalu pede dengan bisnis yang lagi hype. 


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HUT ke-81 RI, Monas hingga Dukuh Atas Diprediksi Padat
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Jelang HUT ke-81 RI, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Bangil
• 18 jam laluberitajatim.com
thumb
SBY Minta Maaf Tak Bisa Hadir Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Karena Berobat di AS
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Daftar Harga Emas Pegadaian Galeri 24 di HUT RI ke 81
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BNPB Siagakan Helikopter Guna Percepat Distribusi Logistik di Lokasi Terdampak Gempa NTT
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.