Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Rochester, Amerika Serikat (AS), Minggu (16/8). SBY juga menyampaikan apresiasi terhadap arah pembangunan yang disiapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk 2027.
SBY mengatakan, tahun ini dirinya tidak dapat mengikuti rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Tanah Air, termasuk menghadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo di Gedung DPR/MPR.
"Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di tanah air, tidak juga bisa menghadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka sebagaimana yang saya lakukan tahun-tahun kemarin," kata SBY.
SBY mengatakan, saat ini berada di Rochester untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan selesai pada akhir Agustus dan ia berharap dapat kembali ke Indonesia pada September.
"Dan tim dokter kepresidenan yang merawat kesehatan saya menganjurkan di samping pemeriksaan di dalam negeri juga dilaksanakan di Mayo Clinic, karena saya pernah menjalani operasi pengangkatan prostat pada tahun 2021 yang lalu dan setiap tahun dilakukan pemeriksaan," ujarnya.
Meski berada di AS, SBY mengaku mengikuti pidato kenegaraan Prabowo. Ia menilai arah pembangunan dan agenda pemerintah untuk 2027 semakin jelas serta memberikan harapan baru bagi masyarakat.
"Saya menilai bahwa berbicara tahun 2027 dan sekaligus menandai berlakunya APBN untuk tahun 2027, saya melihat bahwa arah blueprint dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya," tutur SBY.
Menurut SBY, pemerintah masih menghadapi tantangan domestik maupun internasional. Namun, agenda yang disiapkan pemerintah dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga pengurangan pengangguran dan kemiskinan.
"Saya tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita masih cukup kuat, baik faktor domestik maupun faktor internasional. Tetapi apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat, karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia: memastikan bahwa ekonomi tetap tumbuh, kemudian pengangguran dan kemiskinan berkurang, pelayanan kesehatan dan pendidikan makin meningkat, infrastruktur, dan sebagainya," katanya.
Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6% AmbisiusSBY juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Ia menilai target tersebut cukup tinggi dan ambisius, tetapi tetap mungkin dicapai.
"Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6% itu cukup tinggi, ambisius. Meskipun ambisius, tidak berarti tidak bisa dicapai," ujarnya.
SBY kemudian membandingkan target tersebut dengan pengalamannya saat memimpin Indonesia selama dua periode. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen selama 10 tahun pemerintahannya berdampak pada penurunan kemiskinan dan pengangguran.
"Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6%, memang alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per kapita meningkat secara tajam," katanya.
Menurut SBY, apabila pemerintah mampu mencapai kembali pertumbuhan ekonomi 6 persen, hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Oleh karena itu, 6% andai kata bisa di-raise kembali oleh pemerintah Indonesia, akan baik dampaknya bagi rakyat kita," ujarnya.
SBY kemudian berpesan kepada pemerintah agar menjaga kesehatan fiskal serta memastikan setiap kebijakan dilaksanakan dengan baik dan tanpa penyimpangan.
"Nah, dari semuanya itu dengan harapan baru ini, saya hanya ingin berpesan: teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten, jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus, jangan ada penyimpangan di sana-sini, setiap saat dilakukan evaluasi kebijakan. Karena begitulah manajemen pemerintahan," kata SBY.
Ia berharap pemerintah dapat merealisasikan berbagai agenda yang telah disampaikan kepada masyarakat.
"Great hope, tetapi tantangannya juga tidak ringan. Yang penting do your best, pemimpin dan pemerintahan kita, agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," tuturnya.
SBY mengajak seluruh masyarakat menjaga tanggung jawab sejarah dan moral untuk membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju, adil, dan sejahtera.
"Sekali lagi, selamat hari kemerdekaan kita, dan kita semua punya tanggung jawab sejarah, tanggung jawab moral untuk memastikan bangsa kita, negara kita, makin ke depan makin baik, makin maju, makin adil, dan makin sejahtera," pungkas SBY.





