Mendag: Pasokan Bahan Pokok dari NTB & Jatim Sokong Kebutuhan Korban Gempa NTT

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan, koordinasi antardaerah tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Budi mengatakan, pihaknya mengoptimalkan distribusi stok kebutuhan bahan pokok dari provinsi-provinsi terdekat dengan NTT, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur, agar bantuan lebih cepat sampai tujuan.

Baca Juga :
Hari Ketiga Pascagempa NTT, Korban Tewas Capai 55 Orang dan 132 Luka-luka
Pertamina Perkuat Koordinasi dengan Pemda Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Gempa di Maumere

“Di NTT terus kita monitor distribusinya, jangan sampai terlambat. Jadi kita kita terus koordinasi dengan (provinsi) di sebelahnya, seperti NTB atau juga dari Jawa, karena dari Jawa ini kan banyak pasokan telur. Jawa Timur banyak pasokan telur,” kata Budi di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Mendag Budi Santoso.
Photo :
  • Antara.

Dia mengatakan, hal ini senada dengan upaya Kemendag, yang melakukan penyesuaian harga melalui pencocokan bisnis (business matching) antardaerah yang mengalami kebutuhan pasokan dan kesenjangan harga bahan pokok.

“Ketika daerah-daerah lain itu harganya naik, kita membuat namanya business matching antarwilayah. Jadi kita fasilitasi ya dengan dinas dan pelaku usahanya agar ketemu antara supplier dan pembeli yang ada di wilayah timur yang harganya mahal,” ujar Budi.

Selain itu, Dia mengatakan bahwa pihaknya juga terus melakukan peninjauan (monitoring) terkait kebutuhan bahan pokok dan distribusinya ke daerah-daerah terdampak bencana.

Hal itu dilakukan melalui kerja sama dengan distributor di wilayah terdekat, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag, dan pemerintah daerah.

“Kami juga sudah koordinasi dengan para distributor, terutama distributor yang ada di wilayah lain di provinsi terdekat, di NTB, misalnya. Kita sudah koordinasi untuk dengan pelaku usaha agar tetap menjaga pasokan-pasokan terutama pasca bencana ini di NTT,” ujarnya.

Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), pukul 05.58 WITA.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/8) malam, mencatat 54 warga meninggal dunia, 199 orang luka-luka, 9.963 orang mengungsi, dan 1.528 kepala keluarga (KK) terdampak.

BNPB juga mencatat sebanyak 2.403 rumah rusak akibat gempa di sisi utara Pulau Flores tersebut, di mana 1.543 di antaranya mengalami rusak berat, 328 rusak sedang, 532 rusak ringan.

Baca Juga :
Di Hari Kemerdekaan, Polri Kerahkan 44 Truk Bantuan untuk Korban Gempa NTT
3 Wilayah Flores Sempat Terisolasi Buntut Gempa NTT, Polisi Buka Akses dan Selamatkan Ibu Hamil
Purbaya Pastikan Kesiapan Anggaran untuk Bantu Penanganan Gempa NTT

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Memaknai Hari Kemerdekaan RI, Jasindo Perkuat Perlindungan Masyarakat, Petani hingga Aset Strategis Bangsa
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kecelakaan Maut di Bekasi, Pasutri Tewas Ditabrak Wing Box
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Bobby Sanksi ASN Pematangsiantar yang Pakai Mobil Dinas di Hari Libur
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
IPW: Ada Intervensi Saat Polisi Gerebek Gudang Penyelundupan Timah di Belitung
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Megawati: BPJS Saya yang Buat, Tolong Ditambah Uangnya untuk Rakyat
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.