jpnn.com, JAKARTA - Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar sejumlah kegiatan bertema kebangsaan di Kampus Mubarak, Bogor, Senin (17/8).
Rangkaian kegiatan diisi dengan olahraga bersama masyarakat setempat, seperti bola voli, bulu tangkis, dan tenis meja.
BACA JUGA: JAI Tanam 24 Ribu Kopi di Jabar, Hijaukan Negeri Sekaligus Perkuat Ekonomi Warga
Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antara JAI dan masyarakat.
Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, menyanyikan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, pembacaan teks Proklamasi, amanat pembina upacara, serta doa bersama.
BACA JUGA: JAI Gelar Jalsah Salanah 2025, Fokus Utama Bantu Korban Banjir Sumatra
Ketua Umum JAI Zaki Firdaus Syahid mengatakan kemerdekaan Indonesia bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga amanah yang harus diisi dengan pengabdian dan kontribusi nyata.
"Kemerdekaan Indonesia adalah anugerah sekaligus amanah. Karena itu, kecintaan kepada tanah air tidak cukup hanya diwujudkan dengan menghormati simbol-simbol negara, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Zaki.
Dia menegaskan setiap warga negara memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, menghormati keberagaman, menaati hukum, dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
JAI, lanjutnya, berkomitmen menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Komitmen itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerukunan, kepedulian sosial, kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Zaki menyebut peringatan HUT ke-81 RIa juga menjadi momentum memperluas ruang perjumpaan dan kerja sama antara JAI dengan masyarakat, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, persatuan tidak berarti menyeragamkan perbedaan yang ada di Indonesia.
"Indonesia adalah rumah bersama. Persatuan tidak berarti menyeragamkan perbedaan, tetapi bagaimana kita dapat saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan bekerja bersama untuk kepentingan bangsa," ujarnya.
Dia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan prinsip JAI, yakni Love for All, Hatred for None atau cinta untuk semua, kebencian tidak untuk siapa pun.
JAI juga mendorong seluruh anggotanya mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian.
Peringatan HUT RI, menurut Ketua Umum JAI, tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
"Kami mengajak seluruh anggota Jemaat untuk terus meningkatkan kontribusi bagi Indonesia, baik melalui pelayanan sosial, pendidikan, kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan, penguatan kerukunan maupun berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," tuturnya.
Dia berharap semangat kemerdekaan terus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
"Mari isi kemerdekaan dengan karya, pengabdian, dan kepedulian. Semoga Indonesia semakin kuat, damai, adil, makmur, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh anak bangsa," pungkasnya. (kkp/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra




