Menulis Sebagai Kewajiban Sejarah

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Muhammad Husni
Pemerhati Literasi dan Pendiri Komunitas Literasi Anak Bangsa (KLAB) Sidrap

Ada baiknya kita memulai pembicaraan kita tentang literasi dengan Kembali menoleh kebelakang pada zaat zaman perjuangan kemerdekaan republik Indonesia.

Di zaman itu, mari coba kita melihat bagaimana kehidupan para pejuang bangsa yang rela mengorbankan hidupnya demi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Tentu kita akan mendapati bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya bisa dilihat sebuah perjuangan mengangkat senjata semata, walaupun itu adalah bagian yang menjadi sangat penting.

Namun juga kita harus melihat bagaimana para pejuang kemerdekaan ini menyusun strategi perjuangan agar dapat meraih kemerdekaan bangsa Indonesia.

Ini menjadi penting untuk dibicarakan agar kita memahami apa yang harus dimiliki seorang pejuang dalam gerakannya agar dapat secara strategis bergerak untuk mencapai tujuan.

Bagaimana para pejuang ini membangun pola gerakannya dan menggagas indonesia? Tentu ini mnejadi pertanyaan penting yang harus dijawab, dan ini akan sangat beririsan dengan yang kita akan coba bicarakan ke depan.

Mungkin ada baiknya kita melihat kembali pandangan Jalaluddin Rahmat dalam buku rekayasa sosial yang membahas tahapan perjuangan masyarakat.

Menurut beliau ada 5 tahapan perjuangan yaitu 1. Penyadaran, 2 perorganisasian, 3. Komunikasi massa dan simbolisasi, 4 aksi kolketif dan yang ke 5 adalah perubahan struktur.

Kita di kesempatan ini tidak akan membahasnya satu persatu, namun hanya akan membedah secara umum dan mungkin juga secara ringkas saja.

Kita melihat bahwa penyadaran adalah langkah awal dari sebuah tahapan perjuangan, dan tentu saja orang yang mau melakukan penyadaran harus lebih dahulu memiliki kesadaraan dalam dirinya. Bagaimana kesadaran itu terbentuk? Kesadaraan itu terbentuk terpengaruhi oleh dua hal yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal itu bagaimana kita bisa berkontenplasi terhadap kedirian kita dan faktor eksternal itu bagaimana lingkungan mempengaruhi kedirian kita. Walaupun kita lebih banyak menganggap bahwa faktor lingkungan menjadi hal yang paling berpengaruhi dalam pembentukan kesadaran para pejuang kita merasakan ketertindasan itu dan memaknai dalam diri mereka bahwa ketertindasan ataukah penjajahan adalah sesuatu yang tidak patut, tidak layak untuk dibiarkan.

Harus ada perlawanan dalam untuk menghentikan penjajahan terhadap rakyat.

Dimulai dari kesadaran inilah mereka memahami dan berusaha membaca kondisi masyarakat. Akan sangat banyak nama atau tokoh pejuang yang dapat dijadikan teladan dalam perjuangan bangsa kita.

Namun di kesempatan ini, kita akan melihat satu sosok yang menjadi inspirasi dan menjadi teladan saya yaitu Bung Hatta.

Dengan kesadaran yang dimiliki oleh Bung Hatta beliau mencoba membangun gerakannya sejak masih muda. beliau mencurahkan segenap jiwa dan raganya untuk perjuangan kemerdekaan.

Tentu kita tidak akan melihat atau mendapati perjuangan bung hatta  dalam mengangkat senjata, namun kita juga mendapati bahwa perjuangan bung hatta sangat berpengaruh pada tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kita mengenal sosok Bung Hatta salah satunya adalah Sebagai ketua perhimpunan Indonesia. Salah satu organisasi Mahasiswa Indonesia di belanda yang mencoba merintis perjuangan mencapai kemerdekaan.

Kita mengenal bung mengenal Bung Hatta adalah sosok yang sangat intelektual, yang selalu menuangkan idenya dalam sebuh tulisan. Tulisannya Ketika masih dalam perhimpunan Indonesia dengan judul “Indonesia vrij” atau “Indonesia merdeka” menjadi sebuah tulisan yang fenomenal yang membuatnya ditangkap oleh pihak belanda.

Indonesia merdeka membahas penolakan Bung Hatta terhadap penjajahan terkhusus penjajahan belanda, yang tertuang dalam ketidaksepakatannya terhadap nama “Hindia belanda” dan lebih memilih nama “Indonesia”.

Indonesia merdeka juga menurut Bung Hatta bukan saja sebuah nama atas letak geogafistapi juga Sebagai sebuah tujuan ideologi yaitu kemerdekaan seutuhnya.

Dari Bung Hatta kita bisa melihat bahwa bagaimana pengaruh sebuah tulisan terhadap dinamika perjuangan bangsa dan menyaksikan bagaimana tulisan bisa menggetarkan penjajah sehingga membuat bung hatta di tangkap pada masa itu.

Di sinilah kita bisa melihat kehebatan para pejuang kemerdekaan, bagaimana mereka memahami betul kebutuhan intelektualitas Sebagai kolabotor terhadap kesadaran Sebagai tahapan perjuangan.

Ukuran sederhana intelektualitas adalah buku dan kita pasti dengan sangat mudah menemukan tulisan tulisan yang menggerakkan dari dari para pejuang kemerdekaan.

Menulis sebagai salah satu metodologi perjuangan yang sangat efektif karena seperti kita pahami bahwa tulisan tidak mampu untuk dibungkam dan sangat gampang untuk disebarkan.

Bung Hatta telah mengajari kita tentang pentingnya menuntut ilmu dan menulis dalam sebuah perjuangan maupun dalam sebuah perkembangan kebangsaan. Seharusnya sebagai generasi pelanjut, kita dapat menginternalisasi hal tersebut dalam diri kita sehingga juga dapat menjadi “kewajiban sejarah” yang harus dilestarikan.

Kita harus memahami bahwa kecerdasan dan kesadaran adalah sebuah paket emas yang harus dimiliki dan tulisan adalah buah dari kedua hal itu.

Menulis adalah kewajiban sejarah karena hanya dengan menulis kita bisa tetap merawat hidupnya dan diketahuinya sejarah untuk generasi masa yang akan datang. Sejarah yang dimaksud bukan hanya tentang gambaran kehidupan masa lampau tapi tentang ideologi, perjuangan, dan seluruh dimensi kehidupan. Dengan tulisan kita mampu tetap merawat peradaban bangsa kita.

Di kesempatan kali ini kita hanya membahas pentingnya sebuah tulisan, kita tidak tidak akan membahas tentang bagaimana melakukan penyadaran tentang pentingnya menulis di zaman sekarang ini.

Mudah-mudahan di kesempatan mendatang kita akan membahas hal tersebut. Harapan besar yakni dengan pandangan di atas langkah untuk membangun kecerdasan dan kesadaran pada diri kemudian diabadikan dalam tulisan yang mencerdaskan, menyadarkan sekaligus mengerakkan dapat di internalisasi dan dijewantahkan oleh para pembaca budiman. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 Bulan di Laut, Komandan AS Cek Kondisi Prajurit di USS Abraham Lincoln
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Malam Merdeka di Monas-HI: Kementerian Ekraf Siapkan Video Mapping-1.500 Drone
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Mandiri Peduli NTT, Bank Mandiri Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengemudi Ojek hingga Petugas Damkar Diundang Mengikuti Upacara HUT ke-81 RI di Istana
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Heningkan Cipta HUT Ke-81 RI, Prabowo Doakan Pahlawan dan Korban Bencana Sumatera hingga NTT
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.