Korban Tewas Gempa Flores Bertambah, Gempa Susulan Capai 1.624 Kali

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Korban tewas akibat gempa Flores terus bertambah. Hingga Senin (17/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang luka-luka. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo 1,3-6,2.

Sebanyak 68 korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai, yakni 26 orang, disusul Manggarai Timur 24 orang, Nagekeo 8 orang, Sikka 4 orang, serta Ende, Manggarai Barat, dan Ngada masing-masing 2 orang.

”Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban ini dan akan terus melaporkan ketika nanti ada korban yang ditemukan. Sedangkan jumlah korban luka-luka sebanyak 213 jiwa,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers secara daring, Senin.

Menurut Berton, tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih bersiaga di tujuh kabupaten terdampak gempa. Hingga Senin, tidak ada lagi laporan warga yang hilang di wilayah terdampak.

Meski demikian, tim gabungan Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menurunkan personel secara optimal di sejumlah daerah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang masih membutuhkan pertolongan.

Terkait dengan fasilitas kesehatan, Berton menyebut bahwa Kementerian Kesehatan juga telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Manggarai, dan Nagekeo. Rumah sakit lapangan ini disiapkan untuk melayani korban gempa yang membutuhkan penanganan dan evakuasi karena sejumlah rumah sakit dan puskesmas turut terdampak.

Baca JugaGempa M 7,7 di NTT Disebut Terkait Sesar Naik Belakang Busur Flores

Selain rumah sakit lapangan, Kemenkes juga mengirimkan dua tim manajemen krisis kesehatan, masing-masing ke Sikka dan Ende. Tim tersebut bertugas mengawal koordinasi penanganan kesehatan di lapangan yang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah.

Kemudian terdapat juga dua tim Emergency Medical Team (EMT) untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak. Tim pertama ditempatkan di wilayah Ende, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, sedangkan tim kedua difokuskan di Sikka.

“Kementerian Kesehatan juga sudah mengaktifkan Health Emergency Operation Center yang beroperasi di sembilan lokasi strategis. Selain itu, terdapat delapan titik di tingkat kabupaten/kota yang saat ini terdampak,” kata Berton.

Di sisi lain, TNI dan Polri bersama tim gabungan dari kementerian dan lembaga terus bekerja di daerah terdampak dengan melibatkan 1.467 personel. Pemerintah juga mengerahkan 10 unit alutsista dan armada udara untuk menjangkau lokasi yang sulit serta mempercepat distribusi logistik, dengan lima unit ditempatkan di Labuan Bajo dan lima unit di Maumere.

Gempa susulan

Sementara itu, BMKG mencatat hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 1624 gempa susulan (aftershock) telah terjadi dengan magnitudo M1,3 – M6,2. Di antara ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan kekuatan lebih dari magnitudo M5 sebanyak 23 kejadian dan gempa bumi susulan yang dirasakan berjumlah 59.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB dengan parameter update M7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya. Gempa bumi jenis dangkal ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

“BMKG telah mengirimkan peringatan dini 1 pada 2 menit 16 detik setelah gempa bumi dengan status ancaman siaga (0,5-3 meter) dan waspada (kurang dari 0,5 meter),” ucapnya.

Beberapa wilayah terdampak di antaranya Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto dengan status siaga dan wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, Wajo untuk status waspada. Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07:30:00 WIB atau 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa bumi.

Baca JugaRentetan Gempa Flores dan Trauma Tsunami

Hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan gempa bumi ini telah memicu terjadinya tsunami di 16 lokasi pada 4 provinsi yaitu NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Ketinggian tsunami paling tinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT pada pukul 05.03 WIB (1,605 m), dan terendah di Bakalang, Alor, NTT pada pukul 05:41 WIB (0,14 m).

“BMKG telah menerjunkan tim gabungan dari pusat dan UPT untuk melakukan survei gempabumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan,” ucap Wijayanto.

Survei ini bertujuan mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana sekaligus menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi yang lebih aman. Wilayah prioritas berfokus pada daerah dengan kerusakan sedang hingga berat serta dibandingkan dengan lokasi yang relatif tidak mengalami kerusakan.

Selain itu, BMKG juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terdampak untuk memberikan pemahaman yang tepat serta membantu menenangkan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascagempa. Masyarakat juga diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi, serta mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
CIMB Niaga (BNGA) Terus Perkuat Ekosistem Digital, Lebih dari 90 Persen Transaksi Lewat OCTO
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Kompas TV App Hadir di Smart TV, Android, dan iOS: Bisa Nonton Berita Gratis Tanpa Login
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Semarak HUT ke-81 RI di Monas, dari Pesta Rakyat hingga Atraksi Pesawat Udara
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
HUT RI, METRO Hadirkan One Day Diskon 50%+20%
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Aceh Minta Kepastian: Bendera Bulan Bintang Sebenarnya Boleh Dinaikkan Atau Tidak?
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.