HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar resmi memperkenalkan Navarone Foor sebagai rekrutan anyar pada Kamis (13/8/2026). Gelandang serbabisa asal Belanda tersebut menjadi salah satu tambahan penting bagi lini tengah Juku Eja untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Foor datang dengan pengalaman panjang di sepak bola Eropa. Pemain kelahiran Opheusden, Belanda, 4 Februari 1992 itu pernah memperkuat sejumlah klub di Belanda, Turki, Uni Emirat Arab, Siprus hingga Latvia.
Kehadirannya juga memiliki cerita tersendiri. Foor memiliki darah Indonesia dari keluarganya dan sebelumnya pernah masuk dalam radar naturalisasi Timnas Indonesia.
Berikut sejumlah fakta menarik mengenai Navarone Foor.
- Jebolan NEC Nijmegen dan pernah juara Piala Belanda
Foor mengawali karier profesional bersama NEC Nijmegen. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu gelandang berpengalaman di kompetisi Belanda dan mendapatkan kesempatan bermain di Eredivisie.
Salah satu periode terbaik dalam kariernya terjadi ketika memperkuat Vitesse Arnhem.
Pada musim 2016/2017, Foor membantu Vitesse meraih gelar KNVB Beker atau Piala Belanda. Vitesse mengalahkan AZ Alkmaar pada pertandingan final dan mencatat sejarah dengan meraih trofi mayor pertama dalam perjalanan klub tersebut.
Pengalaman itu menjadi salah satu modal berharga yang dibawa Foor ke Makassar.
- Berkelana di sejumlah kompetisi Eropa
Setelah lama bermain di Belanda, Foor melanjutkan karier ke sejumlah negara.
Ia pernah memperkuat Ittihad Kalba di Uni Emirat Arab, Pafos FC dan Karmiotissa di Siprus, Riga FC di Latvia, serta Bandirmaspor di Turki.
Musim lalu, Foor bermain untuk VVV-Venlo di Eerste Divisie. Ia mencatat 36 penampilan dengan kontribusi dua gol dan tujuh assist.
Selain pengalaman di level klub, Foor juga pernah memperkuat tim nasional kelompok umur Belanda. Ia tercatat membela Belanda U-19, U-20, dan U-21.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Foor bukan pemain yang minim pengalaman ketika datang ke Indonesia.
- Memiliki darah Indonesia dan pernah dikaitkan dengan Timnas
Salah satu hal yang membuat kedatangan Foor ke PSM terasa berbeda adalah latar belakang keluarganya.
Foor memiliki garis keturunan Indonesia dari Maluku. Faktor tersebut membuat namanya sempat masuk dalam pembicaraan mengenai pemain keturunan yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia.
Namun, kesempatan tersebut belum pernah terwujud.
Kini, Foor justru datang ke Indonesia untuk membela salah satu klub tertua dan terbesar di Tanah Air. PSM bahkan memperkenalkannya sebagai pemain yang kembali ke tanah leluhur.
“Selamat datang di tanah leluhurmu, Kaka Nava! Playmaker berpaspor Belanda dengan darah Toraja-Maluku yang sangat kental, memutuskan untuk membela tim dari tanah leluhurnya musim ini,” tulis PSM dalam unggahan perkenalannya.
Kehadiran Foor di Indonesia pun membuka kembali cerita mengenai keinginannya untuk suatu hari dapat mengenakan seragam Timnas Indonesia.
- Bisa menjadi solusi lini tengah PSM
Dari sisi permainan, Foor menawarkan fleksibilitas yang cukup menarik.
Posisi utamanya adalah gelandang serang. Namun, pemain setinggi 1,70 meter tersebut juga dapat dimainkan sebagai gelandang tengah maupun penyerang sayap.
Karakter itu bisa menjadi keuntungan bagi Darije Kalezic dalam menyusun strategi.
PSM membutuhkan pemain yang mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan, terutama setelah kehilangan sejumlah pemain kreatif.
Foor memiliki pengalaman sebagai kreator serangan, memberikan umpan, bergerak di antara lini, sekaligus membantu mengatur tempo permainan.
Dengan pengalaman panjang di Eropa, Foor diharapkan tidak sekadar menjadi tambahan jumlah pemain, tetapi mampu memberikan kualitas dan kepemimpinan di lini tengah Juku Eja.
Bagi PSM, perekrutan Foor juga menjadi perjudian yang menarik. Usianya sudah 34 tahun, tetapi pengalaman dan pemahamannya terhadap permainan dapat menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan Super League 2026/2027.
Kini, menarik menunggu apakah Foor mampu membuktikan bahwa kedatangannya bukan sekadar karena memiliki darah Indonesia, tetapi juga karena kualitasnya memang dibutuhkan PSM Makassar.





