Jakarta, tvOnenews.com- Provinsi Nusa Tenggara Timur yang biasa disingkat NTT tengah dilanda gempa bumi. Puluhan orang tercatat menjadi korban dalam bencana alam tersebut.
Kabar gempa di NTT menjadi perhatian berbagai pihak dan dunia hingga viral di media sosial (Medsos). Info pertama yang tersiar gempa terjadi pada Sabtu (15/8) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkekuatan magnitudo 7,7.
Berdasarkan data sementara BNPB pada Minggu (16/8), pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang.
Diketahui sebaran korban teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang.
Bukan hanya korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka.
Dengan total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Kondisi rumah rusak berat di Provinsi NTT mencapai 1.543 unit, rusak sedang 328 unit, dan rusak ringan 532 unit. Sementara kerusakan pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, tempat ibadah 50 unit, kantor pemerintahan 76 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.
- tvOne/Jo Kenaru
Di sisi lain, BMKG Stasiun Geofisika melaporkan pada Sabtu (15/8) pukul 10.00 WITA, katanya jumlah gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 111 kali.
“Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tystama di Kupang, dalam antara.
Dia mengatakan hingga pukul 10.00 WITA sudah ada 111 kali gempa susulan, aktivitas seismik tersebut masih bisa terus terjadi dengan magnitudo terakhir 3,8.
Alasan Provinsi NTT Rawan Terjadi Gempa BumiSehubungan dengan kabar gempa bumi di NTT, memunculkan pertanyaan besar, mengapa NTT mudah terjadi Gempa?.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, kemarin diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores.
- X @daryono_eq_talk
"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta.




