JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta seluruh pihak di Aceh menjaga ketenangan dan kedamaian setelah terjadi kericuhan dalam peringatan Hari Damai Aceh.
Yusril berharap situasi di Aceh kembali kondusif dan seluruh elemen masyarakat dapat menjaga ketenteraman.
BACA JUGA:Danantara Housing Expo 2026 Digelar di PIK 2, Ada 4 Apartemen dan 1 Rumah yang Bisa Dimenangkan
"Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah kondusif dan semua pihak menjaga ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian," kata Yusril kepada wartawan di Istana, Senin, 17 Agustus 2026.
Yusril juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita menghormati semua elemen masyarakat Aceh yang sama-sama mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 17 Agustus 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Aksi Gratis di TV
Menurut Yusril, pemerintah bersama masyarakat perlu bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih terdapat di Aceh.
Ia menekankan bahwa perbaikan kondisi masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.
"Dan tentu juga, kita akan bekerja bersama-sama mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat di dalam masyarakat yang menjadi tugas kita bersama untuk perbaiki keadaan," tutur Yusril.
BACA JUGA:HUT RI ke-81, Menag Serukan Solidaritas untuk Korban Gempa di NTT, Sumut, dan Sulteng
Sebelumnya, peringatan Hari Damai Aceh pada 14 Agustus 2026 lalu berakhir ricuh. Massa menurunkan bendera merah putih di Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh dan menggantinya dengan bendera bergambar bulan bintang.
Selain penurunan bendera, perusakan lambang negara Burung Garuda juga terjadi di Pendopo Gubernur yang berlokasi tak jauh dari Masjid Raya Baiturahman





