Fakta Terkini Kasus Pilot Malaysia Ungkap Petunjuk Sindikat Narkoba

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Seorang pilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman (39) ditangkap karena diduga menyelundupkan lebih dari 26 kg narkoba ke Indonesia. Terungkap bahwa pelaku sudah beraksi sejak 2024.

Selain itu, Polisi Malaysia juga mendapat informasi terkait sindikat narkoba dari pelaku. Berikut fakta-fakta terkini yang dirangkum detikcom, Senin (17/8).

Baca juga: Pilot Kurir Ekstasi Buka Jejak Sindikat Narkoba di Indonesia dan Malaysia

1. Pilot Sudah Beraksi Sejak 2024

Dilansir Harian Metro Malaysia, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan mengatakan bahwa pelaku sudah lama melakukan aksinya. Polisi Malaysia mengungkap bahwa pelaku melakukan aksinya sejak 2024.

"(Tersangka) telah terlibat sejak tahun 2024, dengan perannya mengangkut narkoba keluar negeri ke beberapa tujuan sesuai jadwal penerbangannya. Ini bukan pertama kalinya karena dia sudah beberapa kali membawa narkoba ke beberapa negara," kata Omar, Sabtu (15/8/2026).

Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta (Foto: dok. Instagram Bea Cukai)
2. Informasi Soal Sindikat Narkoba di Indonesia dan Malaysia

Selain itu, polisi juga menerima informasi terkait sindikat narkoba yang bergerak di Malaysia dan negara lain. Negara tersebut termasuk Indonesia.

"Pilot tersebut juga telah memberikan informasi tentang beberapa sindikat narkoba yang beroperasi di Malaysia dan negara lain, termasuk Indonesia," tambahnya.

Hussein mengatakan Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) akan menyelidiki anggota sindikat yang teridentifikasi, termasuk aliran uang yang terkait dengan penjualan narkoba, sementara informasi tentang jaringan internasional akan dibagikan kepada lembaga penegak hukum di negara-negara yang terlibat.

"Interogasi tidak menemukan indikasi keterlibatan orang dalam di KLIA." "Ini berarti dia bertindak sendirian saat melewati pemeriksaan, dan masalah ini perlu diteliti lebih lanjut untuk menentukan bagaimana narkoba tersebut tidak terdeteksi," katanya.


(kny/zap)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertunjukan Tari Kecak Ramaikan Harmoni Kemerdekaan di SCBD
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, 8 Bank Jadi Penerbit Awal
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polda Jateng Kirim 10 Truk Bantuan dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Sosok Savia, Sinden Cilik Disabilitas yang Tampil di Istana Saat HUT 81 RI
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
BNPB Perbarui Data Korban Gempa NTT: 54 Orang Meninggal Dunia
• 11 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.