Kedua tim saling jual beli serangan dan menciptakan beberapa peluang matang. Kendati demikian, kukuhnya pertahanan kedua kubu membuat papan skor tetap bertahan 0-0 hingga babak pertama usai. Singapura Manfaatkan Bola Mati dan Counter Attack Memasuki babak kedua, tim asuhan Takumi Taniguchi berupaya meningkatkan intensitas serangan untuk membongkar pertahanan lawan. Sayangnya, pertahanan Singapura masih terlalu tangguh untuk ditembus. Baca juga: Timo Scheunemann Minta Garuda Pertiwi Tidak Terlena Usai Hajar Malaysia Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-67. Berawal dari skema sepak pojok, lini belakang Indonesia gagal mengantisipasi bola secara sempurna. Nur Qhalisah yang berdiri bebas tanpa pengawalan berhasil menyambut bola dengan sundulan tajam yang membobol gawang Indonesia, mengubah skor menjadi 1-0.
Tersengat oleh gol tersebut, Garuda Pertiwi muda terus mengurung pertahanan Singapura hingga memasuki masa injury time. Asyik menyerang, Indonesia justru menyisakan ruang di lini belakang yang dimanfaatkan lawan melalui serangan balik cepat. Pada menit 90+4, Tan Si Leng Amelia sukses mengunci kemenangan Singapura menjadi 2-0. Evaluasi Berharga Menuju Laga Kontra Yordania Meski belum meraih hasil maksimal saat berhadapan dengan Thailand dan Singapura, jajaran pelatih menilai turnamen ini memberikan pengalaman internasional yang sangat berharga bagi perkembangan mental dan taktik para pemain muda.
Timnas Putri Indonesia U-16 dijadwalkan bakal kembali berlaga menantang Yordania pada Rabu, 19 Agustus. Pertandingan tersebut menjadi momentum penting bagi Putri Nusantara untuk membenahi kekurangan, meningkatkan efektivitas serangan, dan bangkit meraih hasil positif.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





