Hamas Respons Seruan Trump ke Israel: Hentikan Serangan Gaza dan Lanjutkan Kesepakatan Damai

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gerakan Palestina Hamas menyambut baik pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyerukan Israel segera menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza.

Hamas juga meminta Trump memberikan tekanan kepada Israel agar melanjutkan pelaksanaan tahap kedua dari rencana penyelesaian konflik Gaza yang telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga :
Trump Perintahkan Pentagon Pangkas Latihan Militer AS-Korsel, Singgung Hubungan dengan Kim Jong Un
Sekutu Teluk Mulai Murka, Donald Trump Dituding Bawa Timur Tengah ke 'Neraka'

Juru Bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan pernyataan Trump dinilai menunjukkan komitmen terhadap upaya mempertahankan gencatan senjata di Jalur Gaza.

"Hamas menyambut baik pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menyerukan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Gaza. Hal ini menegaskan komitmen Presiden Trump terhadap gencatan senjata," kata Qassem, Senin, 17 Agustus 2026.

Hamas Minta Trump Tekan Israel

Qassem mengatakan Hamas juga menyerukan Trump agar memberikan tekanan kepada Israel untuk melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai terkait tahap kedua rencana perdamaian.

Menurut Hamas, pelaksanaan kesepakatan tersebut perlu dilanjutkan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik di Jalur Gaza.

"Hamas juga menyerukan Trump untuk menekan Israel dan mewajibkan melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai terkait tahap kedua dari rencana tersebut," ujar Qassem.

Pernyataan Hamas itu disampaikan setelah Trump sebelumnya menyerukan agar Israel segera menghentikan serangan terhadap Gaza.

Trump juga kembali menegaskan pentingnya melanjutkan upaya untuk menerapkan kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai.

Pernyataan tersebut muncul ketika negosiasi tengah berlangsung untuk memasuki tahap berikutnya dari rencana perdamaian Gaza.

Kesepakatan Israel-Hamas Capai Titik Penting

Israel dan Hamas sebelumnya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza pada 9 Oktober 2025.

Kesepakatan tersebut dicapai melalui mediasi Mesir, Qatar, AS, dan Turki. Kesepakatan kemudian difinalisasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sharm el-Sheikh pada 13 Oktober 2025.

Rencana tersebut mencakup sejumlah poin utama yang berkaitan dengan penghentian konflik dan penanganan situasi kemanusiaan di Gaza.

Beberapa poin dalam kesepakatan tersebut meliputi:

  • Gencatan senjata antara Israel dan Hamas;
  • Pembebasan sandera yang ditahan di Gaza dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina;
  • Peningkatan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza; dan
  • Penarikan pasukan Israel secara bertahap.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka jalan bagi proses penyelesaian lebih lanjut.

Baca Juga :
Donald Trump Minta Warga AS Terima saja Harga BBM Melonjak
Donald Trump Menggantang Asap di Selat Hormuz
Iran Sentil Trump: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Lewat Cuitan atau Perintah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unhas Berangkatkan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana Secara Bertahap untuk Bantu Korban Gempa NTT
• 21 jam lalupantau.com
thumb
400 Ide Nama Usaha Kuliner yang Membawa Berkah dan Keberuntungan
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dokter Tifa Jawab Tuduhan Tunda Sidang Lewat Praperadilan: Ngapain, dari Awal Saya Siap Kok
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Meriah! Warga Depok Gelar Pawai dan Lomba 17 Agustus Rayakan HUT ke-81 RI
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Tim Ekspedisi Patriot Unhas Peringati HUT ke-81 RI di Fakfak Timur, Dorong Semangat Gotong Royong dan Pemberdayaan Masyarakat
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.