Toyota Mau Dibajak Indonesia, Thailand Panik Mau Ubah Pajak Mobil

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Bangkok, VIVA – Thailand mulai menyiapkan strategi baru untuk mempertahankan industri otomotifnya setelah Indonesia berupaya menarik investasi Toyota dari Negeri Gajah Putih.

Pemerintah Thailand berencana mengubah skema pajak cukai kendaraan bermotor. Mobil yang diproduksi di dalam negeri akan mendapat tarif lebih rendah, sedangkan kendaraan impor utuh atau completely built-up (CBU) dari perusahaan yang tidak memiliki fasilitas produksi di Thailand bakal dikenakan pajak lebih tinggi.

Baca Juga :
Sadis! Thailand Cukur Singapura 3-1, Modal Besar Menuju Final Piala AFF 2026
Soal Nasib Gaji Guru di 2027, Menkeu Purbaya Bilang Begini

Rencana tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas. Pemerintah menargetkan aturan baru itu rampung pada September 2026 dan mulai berlaku sebelum akhir tahun.

Perubahan kebijakan ini muncul setelah Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa disebut melakukan pendekatan kepada Toyota agar memindahkan kegiatan produksinya dari Thailand ke Indonesia.

Purbaya menawarkan sejumlah insentif dan kondisi yang dibutuhkan Toyota apabila perusahaan asal Jepang tersebut membangun pabrik di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi sebagai basis produksi kendaraan di kawasan Asia Tenggara.

Thailand sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri otomotif terbesar di kawasan. Sejumlah produsen global telah membangun fasilitas produksi dan menjadikan negara tersebut sebagai basis ekspor kendaraan.

Karena itu, rencana Indonesia menarik Toyota membuat pemerintah Thailand mulai melihat kembali kebijakan yang dapat menjaga daya saing industri dalam negeri.

Ekniti mengatakan salah satu persoalan yang dihadapi produsen yang sudah berinvestasi di Thailand adalah adanya perbedaan beban pajak dengan kendaraan impor dari sejumlah negara.

Beberapa negara mitra Thailand dalam perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) memperoleh tarif bea masuk yang lebih rendah. Akibatnya, kendaraan impor dari negara tersebut dapat memiliki keunggulan dibandingkan mobil yang diproduksi oleh perusahaan yang telah menanamkan modal di Thailand.

Thailand tidak bisa begitu saja menaikkan bea masuk kendaraan impor dari negara mitra FTA. Sebagai gantinya, pemerintah memilih menggunakan pajak cukai untuk menciptakan perbedaan beban pajak.

Dalam skema yang sedang disiapkan, perusahaan otomotif yang berinvestasi dan membangun fasilitas produksi di Thailand akan mendapatkan tarif cukai lebih rendah.

Baca Juga :
Handal Jadi 'Jodoh' Banyak Merek China, Klaimnya Bukan Karena Murah
Purbaya Buka Peluang Pungut Pajak Baru pada 2027 Jika Hal Ini Terjadi
Anggaran Pendidikan 2027 Rp 820,9 Triliun, Rp 240 Triliun Buat MBG

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dolar AS Tertekan Data Ekonomi Dalam Negeri
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Peluncuran Perluasan MDR QRIS 0% dan Implementasi KKI Segmen Ritel
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
PNM Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di NTT
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pelatihan Psychological First Aid Unhas Tingkatkan Kapasitas Relawan dalam Memberi Dukungan Krisis
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Warga Padati Istana Negara, Antusias Hadiri Upacara HUT ke-81 RI
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.