Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras untuk mengebom Oman. Hal ini disebutkan Trump jika Washington merasa negara tersebut menghalangi upayanya dalam mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.
Mengutip The Guardian, Senin (17/08/2026), ancaman mengerikan tersebut disampaikan Donald pada hari Senin ketika ia tengah berjuang keras untuk menyudahi konflik mematikan yang telah berlangsung selama hampir enam bulan.
"Jika Oman menghalangi, kami akan mengebom mereka habis-habisan," tegasnya dalam saluran Fox News.
Ancaman ini disampaikan Trump saat Iran dan Oman sedang melakukan sejumlah perundingan terkait Selat Hormuz. Selat vital penghubung Teluk Persia menuju Laut Arab dan Samudera Hindia ini telah ditutup oleh Teheran sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada bulan Februari lalu.
Posisi geografis menempatkan Iran di sebelah utara selat, sementara Oman berada di sebelah selatannya. Kedua negara dilaporkan sedang melakukan pembicaraan intensif terkait siapa yang berhak memegang kendali atas jalur air yang vital tersebut.
Retorika agresif ini juga muncul tepat setelah Trump melontarkan ancaman serius lainnya dalam sebuah pidato pada hari Jumat. Dalam pidatonya, ia dengan lantang mengancam akan mendeklarasikan wilayah perairan Selat Hormuz sebagai teritori resmi dari Amerika Serikat.
Di sisi lain, Trump sebelumnya telah berulang kali mengklaim bahwa perang akan segera berakhir dan terus membesarkan prospek kesepakatan damai yang langgeng dalam beberapa bulan terakhir. Namun, terobosan besar yang sangat dinantikan tersebut nyatanya belum juga terwujud hingga saat ini.
(tps/tps)




