Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak selama proses tanggap darurat dan pemulihan pascagempa.
Menurut Rizal, persediaan beras di Nusa Tenggara Timur saat ini berkisar antara 35 ribu hingga 37 ribu ton sehingga mampu memenuhi kebutuhan penanganan bencana dalam waktu dekat.
"Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya," kata Rizal ditemui usai Final Mini Soccer Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin (17/8).
Ia mengatakan Bulog menyiapkan stok beras yang tersebar di wilayah NTT agar kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat dipenuhi tanpa mengganggu ketersediaan logistik untuk wilayah lainnya selama penanganan berlangsung.
"Saat ini sudah kami perintahkan khususnya cabang-cabang Bulog yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang terdampak, kami perintahkan untuk menstokkan, men-standby-kan berasnya minimal 20 ton ke masing-masing kabupaten/kota," ujar dia.
"Kemudian ditambah lagi 1.000 liter minyak goreng atau MinyaKita untuk masing-masing kabupaten/kota," katanya menambahkan.
Meski begitu, ia mengatakan Bulog tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan meningkat melalui penambahan pasokan dari wilayah terdekat seperti Nusa Tenggara Barat maupun Sulawesi Selatan sesuai perkembangan situasi di lapangan nanti.
Penambahan stok dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya kebutuhan masyarakat apabila proses pendataan korban terus berkembang seiring berlangsungnya penanganan darurat di berbagai wilayah terdampak gempa bumi.
Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng MinyaKita dalam kondisi aman sehingga dapat mendukung kebutuhan dapur umum maupun masyarakat selama proses pemulihan pascabencana berlangsung di wilayah terdampak gempa.
Menurut Rizal, kondisi geografis dan keterbatasan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah menjadi pertimbangan Bulog dalam menyiapkan cadangan logistik lebih besar dibandingkan kebutuhan yang telah terdata saat ini.
Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan distribusi pangan apabila muncul tambahan kebutuhan akibat perkembangan situasi maupun dampak lanjutan bencana yang masih mungkin terjadi di lapangan selama pemulihan.
Bulog menegaskan seluruh langkah kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pangan pokok sehingga proses penanganan bencana berjalan lebih efektif bersama seluruh pemangku kepentingan terkait.
Rizal optimistis dukungan stok pangan yang memadai akan memperkuat upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia menambahkan Bulog telah melakukan langkah tanggap darurat dengan menyalurkan bantuan sebelum menerima surat permintaan resmi dari pemerintah kabupaten/kota terdampak gempa di NTT.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang berada di lokasi pengungsian maupun tempat penampungan sementara yang ditetapkan pemerintah daerah segera memperoleh dukungan logistik untuk operasional dapur umum.
Bulog telah menyiapkan beras dan minyak goreng sebagai kebutuhan pokok agar makanan dapat segera disediakan bagi para pengungsi sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh konsumsi selama masa tanggap darurat.
Menurut Rizal, penyaluran bantuan di NTT berjalan sesuai rencana dengan dukungan jajaran Bulog di daerah yang terus bekerja maksimal untuk membantu penanganan korban bencana dan memenuhi kebutuhan logistik masyarakat.
Menurut Rizal, persediaan beras di Nusa Tenggara Timur saat ini berkisar antara 35 ribu hingga 37 ribu ton sehingga mampu memenuhi kebutuhan penanganan bencana dalam waktu dekat.
"Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya," kata Rizal ditemui usai Final Mini Soccer Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin (17/8).
Ia mengatakan Bulog menyiapkan stok beras yang tersebar di wilayah NTT agar kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat dipenuhi tanpa mengganggu ketersediaan logistik untuk wilayah lainnya selama penanganan berlangsung.
"Saat ini sudah kami perintahkan khususnya cabang-cabang Bulog yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang terdampak, kami perintahkan untuk menstokkan, men-standby-kan berasnya minimal 20 ton ke masing-masing kabupaten/kota," ujar dia.
"Kemudian ditambah lagi 1.000 liter minyak goreng atau MinyaKita untuk masing-masing kabupaten/kota," katanya menambahkan.
Meski begitu, ia mengatakan Bulog tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan meningkat melalui penambahan pasokan dari wilayah terdekat seperti Nusa Tenggara Barat maupun Sulawesi Selatan sesuai perkembangan situasi di lapangan nanti.
Penambahan stok dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya kebutuhan masyarakat apabila proses pendataan korban terus berkembang seiring berlangsungnya penanganan darurat di berbagai wilayah terdampak gempa bumi.
Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng MinyaKita dalam kondisi aman sehingga dapat mendukung kebutuhan dapur umum maupun masyarakat selama proses pemulihan pascabencana berlangsung di wilayah terdampak gempa.
Menurut Rizal, kondisi geografis dan keterbatasan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah menjadi pertimbangan Bulog dalam menyiapkan cadangan logistik lebih besar dibandingkan kebutuhan yang telah terdata saat ini.
Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan distribusi pangan apabila muncul tambahan kebutuhan akibat perkembangan situasi maupun dampak lanjutan bencana yang masih mungkin terjadi di lapangan selama pemulihan.
Bulog menegaskan seluruh langkah kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pangan pokok sehingga proses penanganan bencana berjalan lebih efektif bersama seluruh pemangku kepentingan terkait.
Rizal optimistis dukungan stok pangan yang memadai akan memperkuat upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia menambahkan Bulog telah melakukan langkah tanggap darurat dengan menyalurkan bantuan sebelum menerima surat permintaan resmi dari pemerintah kabupaten/kota terdampak gempa di NTT.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang berada di lokasi pengungsian maupun tempat penampungan sementara yang ditetapkan pemerintah daerah segera memperoleh dukungan logistik untuk operasional dapur umum.
Bulog telah menyiapkan beras dan minyak goreng sebagai kebutuhan pokok agar makanan dapat segera disediakan bagi para pengungsi sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh konsumsi selama masa tanggap darurat.
Menurut Rizal, penyaluran bantuan di NTT berjalan sesuai rencana dengan dukungan jajaran Bulog di daerah yang terus bekerja maksimal untuk membantu penanganan korban bencana dan memenuhi kebutuhan logistik masyarakat.





