Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Malik Faisal menilai sejumlah siswa Sekolah Rakyat mulai mampu menunjukkan potensi dan bakat yang mereka miliki selama kurang lebih setahun terakhir ini.
Malik Faisal dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan beragam bakat yang mereka tunjukkan khususnya di bidang seni seperti menyanyi, baca puisi, hingga bakat inovasi membuat lampu dengan cahaya matahari.
Selain itu, kata dia, para siswa juga sudah mampu menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa asing seperti Bahasa Inggris, Mandarin, hingga Jepang.
"Siswa SMA ini ada yang bisa Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, kemudian Bahasa Inggris juga bagus. Ini artinya mereka kemarin (sebelum masuk Sekolah Rakyat) agak terhambat karena tidak ada kesempatan. Sekarang setelah mereka dapat kesempatan, baru kita lihat," katanya.
Baca juga: Dinsos Sulsel: Animo masuk Sekolah Rakyat capai 2.700 siswa
Baca juga: Kisah Citra siswi Sekolah Rakyat yang prestasinya dibanggakan Presiden
Malik Faisal juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik (tendik) yang telah mendidik, menjaga, dan mengawasi, secara ekstra agar para siswa bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang baik.
"Siswa yang sudah rintisan satu tahun ini, kita lihat bagaimana anak-anak ini itu bisa tampil, dia berani bicara di panggung dan itu hal yang membanggakan," kata Malik Faisal.
Ia juga menegaskan fokus pelaksanaan Sekolah Rakyat memang bagaimana berupaya memangkas ketimpangan kualitas pendidikan antara anak orang mampu (sekolah umum) dan siswa dari keluarga prasejahtera.
"Yang kami mau ukur sekarang adalah bagaimana jarak ketimpangan antara anak dari keluarga prasejahtera atau tidak mampu dengan anak-anak yang mampu saat mereka sama-sama mendapatkan pendidikan berkualitas ," ujar Malik Faisal.
Baca juga: Ratusan siswa Sekolah Rakyat di Sinjai mulai tempati gedung baru
Malik Faisal dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan beragam bakat yang mereka tunjukkan khususnya di bidang seni seperti menyanyi, baca puisi, hingga bakat inovasi membuat lampu dengan cahaya matahari.
Selain itu, kata dia, para siswa juga sudah mampu menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa asing seperti Bahasa Inggris, Mandarin, hingga Jepang.
"Siswa SMA ini ada yang bisa Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, kemudian Bahasa Inggris juga bagus. Ini artinya mereka kemarin (sebelum masuk Sekolah Rakyat) agak terhambat karena tidak ada kesempatan. Sekarang setelah mereka dapat kesempatan, baru kita lihat," katanya.
Baca juga: Dinsos Sulsel: Animo masuk Sekolah Rakyat capai 2.700 siswa
Baca juga: Kisah Citra siswi Sekolah Rakyat yang prestasinya dibanggakan Presiden
Malik Faisal juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik (tendik) yang telah mendidik, menjaga, dan mengawasi, secara ekstra agar para siswa bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang baik.
"Siswa yang sudah rintisan satu tahun ini, kita lihat bagaimana anak-anak ini itu bisa tampil, dia berani bicara di panggung dan itu hal yang membanggakan," kata Malik Faisal.
Ia juga menegaskan fokus pelaksanaan Sekolah Rakyat memang bagaimana berupaya memangkas ketimpangan kualitas pendidikan antara anak orang mampu (sekolah umum) dan siswa dari keluarga prasejahtera.
"Yang kami mau ukur sekarang adalah bagaimana jarak ketimpangan antara anak dari keluarga prasejahtera atau tidak mampu dengan anak-anak yang mampu saat mereka sama-sama mendapatkan pendidikan berkualitas ," ujar Malik Faisal.
Baca juga: Ratusan siswa Sekolah Rakyat di Sinjai mulai tempati gedung baru





