Kala PLBN Skouw Menjadi "Puskesmas" Lintas Negara RI-Papua Nugini...

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, bukan sekadar lintasan warga Indonesia dan Papua Nugini, namun juga menjadi semacam pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) lintas negara.

Klinik di dalam PLBN Skouw menjadi tempat warga dari negara tetangga mencari pertolongan ketika mengalami keluhan kesehatan. Jumlahnya pun tidak sedikit.

Maya Purba, Koordinator Wilayah Kerja PLBN Skouw dari Balai Karantina Kesehatan (BKK) Jayapura, mengatakan warga Papua Nugini cukup sering datang untuk berobat.

Dalam sebulan, jumlah pasien dari Papua Nugini dapat mencapai 20 hingga 30 orang.

"Kemarin tuh bulan Juli, itu kami sampai 116 (pasien dari Papua Nugini). Jadi kadang mereka bilang, 'Wah, sudah seperti Puskesmas nih,'" ucap dia sambil tertawa saat ditemui Kompas.com di PLBN Skouw, Senin (17/8/2026).

Baca juga: Perempuan-perempuan di Balik Layanan Kesehatan Ujung Timur Papua

Dengan cukup banyaknya pasien dari negara tetangga yang datang, pelayanan kesehatan di PLBN Skouw memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah bahasa.

Sebagian pasien dari Papua Nugini dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris versi Pijin atau Tok Pisin, semacam bahasa Inggris kreol alias bahasa campuran.

Bahasa Inggris kreol Pijin ini bunyinya lain dengan bahasa Inggris versi standar, sehingga perlu pemahaman tersendiri untuk dapat mengerti bahasa tersebut.

Selain bahasa, kondisi pasien yang datang juga menjadi tantangan. Sebagian warga Papua Nugini baru mencari pertolongan ketika gejala yang dialami sudah cukup parah.

"Kalau kita Indonesia kan mungkin lebih apa ya, kesadarannya untuk kesehatan itu agak lebih tinggi. Nah, mereka tuh biasa saat gejala sudah parah baru datang. Nah, sementara kami ini kan klinik terbatas, jadi kadang mau tidak mau yang bisa kami lakukan, kami bantu sambil kami rujuk," jelas Maya.

Hal itu kemudian juga menjadi hambatan lainnya. Pasalnya, fasilitas kesehatan yang dianggap lebih mumpuni berada di Koya, sekitar 33 kilometer dari PLBN Skouw.

"Karena memang akses rujukan terdekat pun cukup jauh sebenarnya, gitu. Belum lagi kalau kejadian daruratnya itu terjadi di malam hari atau apa. Itu yang kadang tuh kami pikirkan. Tapi sejauh ini sih selalu bisa kami, ya, kendalikan situasinya," ungkap dia.

Baca juga: Kemeriahan Lomba 17-an di PLBN Skouw, Perbatasan RI-Papua Nugini

Maya juga menceritakan kebiasaan sebagian pasien dari Papua Nugini yang lebih dulu menggunakan pengobatan tradisional sebelum datang ke klinik.

"Itu pernah kami alami kemarin itu bulan waktu Posko Idul Fitri ya. Ada yang luka cukup parah, udah dibalut pakai daun-daun segala jenis macam tuh, sampai sudah bengkak baru ke sini. Ternyata di sini pun, 'Aduh, ini sudah parah nih, sudah harus ke rumah sakit,'" ucap dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Tak hanya diberi obat tapi juga edukasi

Pengalaman melayani warga PNG, singkatan dari Papua Nugini, juga banyak ditemui pada pasien anak-anak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HUT Ke-81 RI, Pramono Harap Ekonomi Jakarta Tetap Terkendali
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sarinah, Marhaen, dan Orang Biasa dalam Narasi Besar
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Rupiah Kembali Melemah di Perdagangan Pagi, Dolar AS Naik ke Rp17.837
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Massa Aksi Mulai Berdatangan di Kawasan Sudirman, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG dan KDMP
• 4 jam laludisway.id
thumb
Alasan Rizky Ridho Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.