Tokyo (ANTARA) - Putaran ke-22 pembuangan air limbah terkontaminasi nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang rusak di Jepang ke laut telah rampung pada Senin (17/8) sore waktu setempat, dengan dibuangnya 7.888 ton air limbah tersebut, kata operator PLTN itu, Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO).
Air limbah yang baru dibuang tersebut mengandung sekitar 1,3 triliun becquerel tritium radioaktif, kata TEPCO.
Pelepasan terbaru itu, yang juga merupakan putaran keempat pada tahun fiskal 2026, dimulai pada 30 Juli.
Meskipun ada kekhawatiran dan penentangan dari komunitas internasional, Jepang memulai pembuangan air yang terkontaminasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut pada Agustus 2023.
Hingga selesainya putaran ke-22, volume kumulatif air limbah yang telah dibuang mencapai sekitar 173.000 ton, demikian warta Xinhua
Air limbah yang baru dibuang tersebut mengandung sekitar 1,3 triliun becquerel tritium radioaktif, kata TEPCO.
Pelepasan terbaru itu, yang juga merupakan putaran keempat pada tahun fiskal 2026, dimulai pada 30 Juli.
Meskipun ada kekhawatiran dan penentangan dari komunitas internasional, Jepang memulai pembuangan air yang terkontaminasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut pada Agustus 2023.
Hingga selesainya putaran ke-22, volume kumulatif air limbah yang telah dibuang mencapai sekitar 173.000 ton, demikian warta Xinhua





