Pemprov Kaltim manfaatkan skema dana karbon perkuat mitigasi karhutla

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan pemanfaatan skema pendanaan karbon dari Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) sekitar Rp19 miliar untuk memperkuat mitigasi dan operasional penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Alokasi dana karbon FCPF tersebut kami prioritaskan guna mendukung kebutuhan esensial petugas dan relawan di garis depan. Dana ini difokuskan pada dukungan operasional untuk mengantisipasi puncak kerawanan kebakaran yang diprediksi terjadi pada bulan September," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishut Kalimantan Timur (Kaltim) Rusmadi di Samarinda, Selasa.

Untuk mengawal kawasan hutan Kaltim yang luasnya mencapai sekitar 7,8 juta hektare, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) aparat di garis depan masih menjadi tantangan tersendiri.

Jumlah polisi kehutanan (polhut) yang dimiliki daerah saat ini tercatat sangat terbatas, yakni hanya berkisar 94 personel. Keterbatasan armada resmi ini dinilai sangat tidak sebanding dengan bentang luasan wilayah yang harus diawasi dari berbagai ancaman serius, mulai dari pembalakan liar, perambahan kawasan, aktivitas pertambangan ilegal, hingga risiko karhutla.

Baca juga: Dana karbon bantu warga hutan Kaltim kembangkan usaha madu kelulut

"Untuk menyiasati ketimpangan rasio antara luas hutan dan jumlah petugas tersebut, kami secara masif memobilisasi partisipasi masyarakat lokal untuk menjadi ujung tombak pengawasan di tingkat tapak," ujar Rusmadi.

Berdasarkan data pembinaan perlindungan hutan terkini, pemerintah daerah telah menyiagakan lebih dari 1.700 orang yang tergabung dalam Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP), serta melibatkan 5.814 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di berbagai wilayah.

Kekuatan di akar rumput ini turut ditopang oleh ratusan personel dari Satgas dan Brigade Pengendalian Karhutla, dimana sinergi sipil yang solid bersama jajaran TNI dan Polri menjadi pilar utama dalam menjaga kelestarian ekosistem di Benua Etam.

Untuk menjamin keselamatan para relawan saat berhadapan dengan api, pemerintah telah memfasilitasi mereka dengan kelengkapan pelindung standar, meliputi pakaian anti-api, topi, ketersediaan obat-obatan, serta berbagai peralatan pendukung teknis lainnya.

Baca juga: Kaltim perkuat kapasitas daerah implementasikan proyek karbon biru

Menghadapi tantangan geografis dan krisis sumber air di puncak kemarau, para petugas menyiasatinya dengan menempatkan tandon lipat di sejumlah area rawan karhutla.

Sementara itu untuk menjangkau titik api yang sulit diakses oleh tim darat, penanganan akan dibantu melalui operasi udara menggunakan helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Langkah antisipatif ini diperketat menyusul insiden kebakaran yang telah terjadi sebanyak dua kali di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, yang merupakan bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)," ungkap Rusmadi.

Baca juga: BNPB: Penanganan terpadu atas karhutla tiga kabupaten di Kaltim


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Megawati Cerita Awal Pembentukan BPJS, Minta Dana Ditambah
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tentara Korea Utara Melintasi Garis Demarkasi Militer, Militer Korea Selatan Melepaskan Tembakan Peringatan
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Perjalanan ke Pengungsian Reo: Rumah Rusak dan Jalan Longsor akibat Gempa NTT
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Direktur Utama Pertamina Pimpin Langsung Aksi Kemanusiaan Gempa NTT di HUT ke-81 Republik Indonesia
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bantuan Perbaikan Rumah Bencana Gempa Bumi NTT Disiapkan, Pemda Diminta Segara Mendata Korban Terdampak
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.