JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Kalimalang, RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026).
Salah satu perlombaan yang menarik perhatian masyarakat adalah panjat pinang. Beragam hadiah dipasang di puncak pohon pinang yang harus dipanjat peserta secara berkelompok.
Ketua LMK RW 04 Cipinang Melayu, Subagio, mengatakan, lomba panjat pinang tidak semata-mata digelar untuk memperebutkan hadiah.
Baca juga: Bukan Hari Libur, Mengapa Kantor Diminta Beri Fleksibilitas pada 18 Agustus?
Lebih dari itu, perlombaan yang telah digelar sejak 1980-an tersebut menjadi sarana untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan warga.
KOMPAS.COM/Pandi Ramedhan Kegiaatan lomba panjat pinang di Kalimalang di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026)
"Seperti panjat pinang, itu adalah suatu contoh untuk kekompakan dan sportivitas supaya bisa meraih ke atas, meraih juara. Dengan kekompakan, insyaAllah mereka akan menjadi juara," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (18/8/2026). Ada hadiah dari Gibran
Subagio mengatakan, hadiah utama dalam lomba panjat pinang tahun ini berupa satu sepeda listrik dan dua sepeda gunung.
Hadiah tersebut merupakan dukungan dan sumbangan dari Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.
"Kalau tahun kemarin motor listrik, tahun ini kita dapat sepeda listrik dan dua sepeda gunung," ujarnya.
Ia menjelaskan, sepeda listrik akan diberikan kepada tim panjat pinang yang menjadi juara pertama dan berhasil mencapai puncak.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, warga telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari.
Baca juga: Pramono Bantah Penerapan WFH dan PJJ di Jakarta untuk Antisipasi Demo 18 Agustus
"Persiapan kita selama dua bulan. Kita godok terus menjadikan perlombaan ini menjadi perlombaan yang benar-benar untuk menghibur masyarakat warga Cipinang Melayu," jelasnya.
Gotong royong bersihkan kali
Tak hanya menyiapkan perlombaan, warga juga bergotong royong membersihkan kali yang menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah perlombaan.
Pembersihan dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya, seperti paku, pecahan kaca, atau benda tajam lainnya, yang dapat mencederai peserta.
"Sebelum kita mengadakan acara ini, kita sisir dulu. Yang kami khawatirkan di dalam air kan kita tidak tahu, ada paku, beling, atau alat-alat tajam yang bisa mencelakakan. Makanya kita sisir, sehingga kalau sudah merasa aman baru kita pasang tiangnya," tuturnya.
Pemasangan sarana perlombaan juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Meski pemasangan tiang hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari, persiapan keseluruhan di lokasi memakan waktu sekitar satu hingga dua minggu.