Donggi Senoro Harap PGN Serap LNG Lewat Kontrak Jangka Panjang

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Banggai -

PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) berharap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dapat menjadi salah satu pembeli LNG melalui kontrak jangka panjang guna memberikan kepastian pasar domestik. Langkah tersebut menjadi salah satu opsi perusahaan menjelang berakhirnya sejumlah kontrak penjualan LNG jangka panjang dengan pembeli luar negeri pada 2027.

Plant Deputy General Manager DSLNG, Sugianto Darsani, mengatakan perusahaan sebelumnya telah memasok LNG kepada PGN untuk memenuhi kebutuhan gas domestik. Pasokan dimulai sebanyak satu kargo pada 2024, kemudian meningkat menjadi delapan kargo pada 2025. Pada 2026, DSLNG merencanakan pengiriman sebanyak 15 kargo kepada PGN.

Menurut Sugianto, peningkatan pasokan tersebut menunjukkan potensi DSLNG untuk mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan LNG dalam negeri. Namun, perusahaan berharap transaksi tersebut ke depan dapat diperkuat melalui kontrak jangka panjang sehingga memberikan kepastian pasokan maupun penyerapan bagi kedua pihak.

“PGN nanti kalau memang itu [beli LNG], ya harus seperti long-term contract,” ujar Sugianto saat ditemui bersama awak media di sela perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di fasilitas DSLNG, Senin (17/8/2026).

Di saat bersamaan, manajemen DSLNG masih melakukan pembahasan dengan para pembeli LNG eksisting dari Jepang dan Korea Selatan, yakni JERA, Kyushu Electric Power Co. Inc., dan Korea Gas Corporation (Kogas). Perusahaan juga mulai menjajaki peluang memperoleh pembeli baru, termasuk dari pasar domestik.

“Sedang, tapi finalnya belum. Kita masih membahas. Itu PR kita, mudah-mudahan nanti di Desember sudah ada gambarannya. Seharusnya, karena agreement kita sampai Desember 2027,” kata Sugianto.

Kepastian pasar menjadi penting bagi DSLNG setelah pemerintah memperpanjang kontrak pengelolaan Blok Senoro-Toili selama 20 tahun. Perpanjangan tersebut akan berlaku efektif mulai 4 Desember 2027 hingga 2047, sehingga sumber pasokan gas untuk kilang DSLNG tetap tersedia setelah kontrak penjualan LNG saat ini berakhir.

“Kita sedang bekerja mencari pasar. Salah satunya existing buyer. Bisa existing, bisa nambah. Yang penting artinya buyernya bisa yang lain juga,” ujarnya.

Saat ini, kontrak penjualan LNG DSLNG mencakup tiga pembeli utama. JERA menyerap sekitar 1 juta ton per tahun atau million tonnes per annum (MTPA), Kyushu Electric Power Co. Inc. sebesar 0,3 MTPA, sedangkan Kogas sebesar 0,7 MTPA.

Baca Juga: Chandra Asri Serap 840 Ribu Barel Kondensat DSLNG per Tahun

Baca Juga: DSLNG Perkuat Konservasi Maleo, BKSDA Pastikan Kondisi Satwa Tetap Prima

Dengan kontrak penjualan jangka panjang yang akan berakhir pada 2027, sementara pengelolaan Blok Senoro-Toili telah diperpanjang hingga 2047, DSLNG kini berupaya mengamankan pasar untuk menjaga keberlanjutan operasional kilang. Manajemen menargetkan gambaran mengenai kelanjutan kontrak penjualan LNG sudah dapat diperoleh pada Desember 2026.

Masuknya PGN sebagai pembeli melalui kontrak jangka panjang dapat menjadi salah satu opsi bagi DSLNG untuk memperbesar penyerapan LNG di dalam negeri sekaligus memberikan kepastian penjualan setelah berakhirnya kontrak dengan pembeli eksisting.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ruben Onsu Gagal Rayakan Ultah Bersama Anak, Sarwendah Diduga Ajukan Syarat Tak Masuk Akal
• 11 menit lalugrid.id
thumb
Ada Dua Hal Ancam Ambisi AI di Sektor Kesehatan, Apa Aja?
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Tangis Haru Warga Bengkulu Lihat Prabowo di Istana: Indonesia Makin Maju, Bangga Jadi WNI!
• 3 jam laludisway.id
thumb
21 Orang Ditangkap Polisi Jelang Demo di Jakarta
• 11 menit laluliputan6.com
thumb
NTT Berduka, Gerindra Surabaya Ajak Kader Jadikan Kemerdekaan sebagai Gerakan Kemanusiaan
• 23 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.