VIVA – Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani, mengungkap peran besar Shin Tae-yong dalam membentuk fondasi Timnas Indonesia, termasuk memberikan rekomendasi pemain keturunan untuk dinaturalisasi.
Menurut Hasani, pelatih asal Korea Selatan tersebut terlibat dalam menentukan sejumlah nama yang dianggap sesuai dengan kebutuhan Timnas Indonesia pada periode kepengurusannya di PSSI.
Hasani menyampaikan kesaksian tersebut ketika hadir dalam di YouTube Bola Bung Binder. Ia menilai sebagian besar pemain yang menjadi fondasi skuad Garuda saat ini terbentuk melalui proses regenerasi yang berlangsung pada era Shin Tae-yong.
- Instagram/justinhubner5
"Hampir 70-80 persen pemain timnas yang ada sekarang kan hasil karya dia. Termasuk naturalisasi yang awal-awal, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Justin Hubner," ungkap Hasani, Selasa 18 Agustus 2026.
Menurut Hasani, Shin Tae-yong tidak sekadar menerima pemain yang ditawarkan dalam proses naturalisasi. Pelatih tersebut disebut memberikan rekomendasi pemain yang dianggap memiliki kualitas dan sesuai kebutuhan Timnas Indonesia.
Hal tersebut terungkap ketika Bung Binder menanyakan secara langsung mengenai keterlibatan Shin Tae-yong dalam pemilihan pemain naturalisasi.
"Itu Shin Tae-yong yang benar-benar minta?" tanya Bung Binder.
"Iya, Mees Hilgers dan Kevin Diks kan dia yang minta," jawab Hasani.
Selain Hilgers dan Diks, sejumlah pemain keturunan lainnya juga menjalani proses naturalisasi pada periode tersebut, seperti Shayne Pattynama, Sandy Walsh, dan Jordi Amat.
- Kitagaruda.id
Namun, Hasani mengatakan proses pemilihan pemain tidak dilakukan secara langsung. Shin Tae-yong disebut cukup ketat dalam menentukan pemain yang akhirnya masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia.
Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen menjadi contoh pemain yang menurut Hasani sempat berada dalam tahap pertimbangan sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan bergabung dengan Timnas Indonesia.
"Nggak langsung di-approved, baru setelah itu dia terpilih," tutur Hasani.
Hasani kemudian mengingat kembali proses seleksi tersebut ketika dirinya masih menangani urusan terkait di PSSI. Menurutnya, beberapa nama yang sudah masuk dalam pembahasan tidak serta-merta langsung disetujui.
"Di era saya ngurus di-hold dulu, nama itu sudah masuk, saya ingat kok. Berarti begitu ketatnya cara dia menyeleksi," kata Hasani.





