Trauma Masa Kecil Pengaruhi Cara Tubuh Merespons Tekanan Stres

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pengalaman buruk semasa kecil, seperti diabaikan, kekerasan, atau tumbuh di keluarga yang tidak harmonis, ternyata bisa memengaruhi cara tubuh merespons stres psikologis di kemudian hari. Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Psychophysiology menemukan bahwa orang dewasa dengan riwayat trauma masa kecil menunjukkan reaksi tekanan darah yang lebih "tumpul" saat menghadapi situasi tertekan, serta membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih setelahnya.

Tim peneliti dari Schreiner University, Trinity University, dan University of Texas San Antonio, melibatkan 159 mahasiswa dalam penelitian ini. Para peneliti ingin mengetahui apakah riwayat pengalaman buruk masa kecil dapat memprediksi bagaimana seseorang bereaksi dan pulih dari tekanan psikologis mendadak.

Para peneliti mengukur tekanan darah dan detak jantung peserta sebelum, selama, dan setelah mereka menjalani tes yang dirancang untuk memicu stres psikologis. Peserta juga mengisi kuesioner tentang pengalaman buruk yang mereka alami saat masa kanak-kanak.

Hasil penelitian menunjukkan, peserta yang melaporkan lebih banyak adverse childhood experiences (ACE), atau pengalaman buruk pada masa kanak-kanak, mengalami kenaikan tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih kecil saat menghadapi situasi yang membuat stres.

Tekanan darah sistolik merupakan angka pertama pada hasil pengukuran tekanan darah dan menunjukkan tekanan ketika jantung memompa darah. Sementara itu, tekanan diastolik merupakan angka kedua yang menunjukkan tekanan ketika jantung beristirahat di antara denyut.

Dalam eksperimen ini, peserta menjalani serangkaian tes sambil dipasangi alat pengukur tekanan darah otomatis. Setelah periode istirahat untuk menetapkan kondisi awal tubuh mereka, peserta diminta mengerjakan tugas matematika yang cukup menekan secara psikologis: mengurangi angka 1.022 dengan angka 13 secara berulang, dan menyebutkan jawabannya dengan suara keras selama enam menit, sambil diawasi oleh tim peneliti.

Jika peserta salah menjawab atau membutuhkan waktu lebih dari 10 detik, mereka diminta mengulang perhitungan dari awal. Setelah tugas tersebut selesai, peserta menjalani masa pemulihan selama 15 menit, sementara alat tetap merekam tekanan darah dan detak jantung mereka.

Di akhir sesi, peserta juga mengisi kuesioner standar berisi 10 pertanyaan untuk mengukur riwayat pengalaman buruk yang mereka alami semasa kecil.

Tekanan Darah Tidak Melonjak seperti Seharusnya

Secara umum, tugas berhitung tersebut memang berhasil membuat seluruh peserta merasa lebih stres, dengan detak jantung dan tekanan darah yang meningkat signifikan selama enam menit tugas berlangsung.

Saat peneliti membandingkan hasil ini dengan riwayat masa kecil peserta, muncul pola yang menarik. Peserta dengan riwayat pengalaman buruk masa kecil yang lebih banyak justru menunjukkan lonjakan tekanan darah sistolik dan diastolik yang jauh lebih rendah selama tugas tersebut.

Dengan kata lain, tubuh mereka tidak memberikan respons fisik sebesar peserta lain yang memiliki riwayat masa kecil lebih minim trauma.

Menariknya, pola tumpul ini tidak ditemukan pada detak jantung maupun tekanan darah arteri rata-rata. Riwayat trauma masa kecil juga tidak memengaruhi seberapa stres yang dirasakan peserta secara subjektif —meski respons fisik tubuh mereka melemah, secara mental mereka tetap merasakan tingkat stres yang sama dengan peserta lainnya.

Butuh Waktu Lebih Lama untuk Pulih

Peneliti juga menyoroti masa pemulihan selama 15 menit setelah tugas berhitung. Idealnya, tubuh yang sehat akan kembali ke kondisi normal dengan cepat setelah situasi menekan berlalu.

Namun, peserta dengan riwayat pengalaman buruk masa kecil yang lebih tinggi menunjukkan pemulihan tekanan darah diastolik yang lebih lambat, dengan angka yang tetap berada di atas kondisi awal lebih lama dibandingkan peserta lainnya.

Kenapa Ini Penting untuk Kesehatan Jantung?

Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa respons stres yang berbahaya bagi jantung hanyalah respons yang berlebihan. Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa respons yang terlalu lemah atau tumpul terhadap stres juga menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pengatur tubuh.

Sejumlah ilmuwan menduga, pola tumpul ini sebenarnya merupakan bentuk adaptasi. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan penuh ancaman secara terus-menerus mungkin mengembangkan sensitivitas yang lebih rendah terhadap stres sebagai strategi bertahan hidup jangka pendek, agar tubuh mereka tidak terus-menerus kewalahan. Namun dalam jangka panjang, penyesuaian ini justru bisa mengurangi fleksibilitas fisiologis tubuh, dan berpotensi menjelaskan mengapa trauma masa kecil dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi saat dewasa.

Catatan Penting dari Peneliti

Tim peneliti mengakui penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan. Studi ini bersifat cross-sectional atau hanya mengambil gambaran pada satu titik waktu, sehingga tidak bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung antara pengalaman masa kecil dan perubahan tekanan darah tersebut. Peserta juga diminta mengingat kembali kejadian masa kecil mereka, yang berpotensi menimbulkan bias ingatan.

Selain itu, peserta dalam studi ini adalah mahasiswa yang secara rata-rata melaporkan tingkat trauma masa kecil yang relatif rendah. Pola yang ditemukan berpotensi berbeda jika diuji pada kelompok klinis atau orang dewasa yang lebih tua. Studi ini juga belum memperhitungkan kondisi kesehatan mental yang mungkin dialami peserta saat ini, seperti depresi atau kecemasan, yang bisa memengaruhi hasil pengukuran.

Meski begitu, temuan ini menambah bukti bahwa lingkungan masa kecil seseorang dapat membentuk cara tubuh mengelola dan pulih dari tekanan psikologis akut hingga bertahun-tahun kemudian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Kepala Ombudsman Jabar Dan Satriana Meninggal Dunia
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Laba Bersih Energi Mega Persada (ENRG) Tumbuh 27 Persen hingga Juni 2026
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Butuh Modal, WGSH Berencana Terbitkan Surat Utang Rp20 Miliar
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Pimpin Langsung Aksi Kemanusiaan Gempa di NTT, Dirut Pertamina Pastikan Salurkan Bantuan Kebutuhan Warga Terdampak
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Desember
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.