Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia ingin memastikan kebutuhan korban terpenuhi.
Kapolri menyampaikan hal itu saat meninjau pengungsian dan lokasi terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto). Dia mengatakan hampir semua lokasi pengungsian warga telah dapat dijangkau.
"Saat ini sebagian besar lokasi pengungsian sudah dapat dijangkau. Kami bersama seluruh unsur terkait terus berbagi tugas untuk mendatangi titik-titik pengungsian, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi," kata Kapolri, Selasa (18/8/2026).
Dilaporkan ada 27.700 orang pengungsi yang tersebar di 107 titik pengungsian. Warga mengungsi terbanyak di Kabupaten Manggarai sebanyak 13.935 orang pengungsi dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 7.457 pengungsi.
Bantuan logistik dan kemanusiaan sebanyak 247,66 ton terdiri atas 19,59 ton dari Mabes Polri dan 228,07 ton dari 5 polda jajaran. Bantuan tersebut berupa makanan dan minuman, obat, pakaian, selimut, genset, terpal, kendaraan, water treatment, tandon atau toren, hingga alat sinyal internet.
"Khusus hari ini, Polri menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur berupa 3.500 paket bansos, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan yang diangkut menggunakan 6 truk," ucapnya.
Sebanyak 236 personel Polri dikirim ke NTT untuk membantu korban terdampak gempa. Mereka akan membantu proses pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan dan bakti kesehatan, identifikasi korban, pencarian korban dengan K9, serta dukungan operasional lainnya.
(jbr/dhn)





