Presiden Prabowo Subianto menghadirkan sejumlah konsep sekolah dan lembaga pendidikan baru yang dituangkan dalam Klaster Pendidikan RAPBN Tahun Anggaran 2027. Klaster ini secara keseluruhan dialokasikan anggaran sebesar Rp 348,5 triliun, dengan sasaran meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing.
“Klaster Pendidikan pada belanja Kementerian/Lembaga Tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 348.455,6 miliar,” dikutip dari dokumen Nota Keuangan RAPBN 2027, Selasa (18/8).
Melansir dokumen tersebut, berikut lima konsep sekolah dan lembaga pendidikan baru yang digagas pemerintah:
Sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Pada 2026 dibangun di 104 lokasi dengan anggaran fisik Rp 20.000,0 miliar (Kementerian PU) ditambah anggaran operasional Rp 4.947,2 miliar (Kementerian Sosial).
Pada 2027, alokasinya direncanakan sebesar Rp 32.902,3 miliar untuk penyelenggaraan sekaligus pembangunan gedung permanen, dengan target 127,4 ribu siswa.
Sekolah bagi siswa-siswa berpotensi dan berprestasi dengan kurikulum inovatif dan standar akademis tinggi, mulai dibangun sejak 2025.
Pada 2026 dibangun di 4 lokasi (Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara) dengan anggaran Rp 2.985,0 miliar.
Pada 2027, anggarannya sebesar Rp 2.673,3 miliar melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan target pembangunan 11 sekolah baru.
3. Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)Konsep sekolah terintegrasi yang masuk sebagai bagian dari target infrastruktur dasar 2027, dengan rencana pembangunan sebanyak 100 sekolah pada tahun anggaran tersebut.
Dua program yang disebutkan sebagai bagian dari program kerja Klaster Pendidikan 2027. Sekolah Garuda Transformasi secara khusus disebutkan sebagai salah satu intervensi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Kalimantan, beriringan dengan pengembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
5. Universitas Baru dan Medical University berbasis STEMMRencana pembangunan dan pengelolaan perguruan tinggi baru, termasuk medical university berbasis sains, teknologi, teknik, matematika, dan kedokteran (STEMM), yang penugasannya akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah menyebutkan bahwa Klaster Pendidikan tahun 2027 diarahkan untuk peningkatan kualitas SDM unggul yang cerdas, berintegritas dan berdaya saing.
"Yang dapat merespons berbagai tantangan pembangunan di bidang pendidikan serta mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045," tertulis dalam dokumen tersebut.
Selain kelima konsep sekolah baru tersebut, Klaster Pendidikan 2027 juga mencakup program pendukung lain seperti revitalisasi sarana dan prasarana sekolah/madrasah, digitalisasi pendidikan dan studio guru, program 500.000 Lulusan SMK Go Global, pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Nasional, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Dari kelima konsep tersebut, hanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda yang memiliki rincian angka anggaran secara eksplisit dalam dokumen, sementara Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Garuda Baru/Transformasi, serta Universitas Baru/Medical University belum memiliki rincian pagu tersendiri dan kemungkinan masih tergabung dalam pos anggaran klaster pendidikan secara umum.




