JAKARTA, KOMPAS – Mobilitas penerbangan imbas gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur berangsur pulih. Meski operasional penerbangan diputuskan maskapai, tetapi sejumlah bandara terdampak mulai dapat melayani secara terbatas hingga penuh.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) turut berdampak pada sektor penerbangan. Meski beberapa bandara sempat terganggu operasionalnya, tetapi pemerintah menyebut bahwa seluruh bandara sudah dapat melayani penerbangan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (17/8/2026), sedikitnya 68 orang meninggal dan 213 orang luka-luka. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.624 gempa susulan bermagnitudo 1,3-6,2 (Kompas.id, 17/8/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, mengemukakan, tidak terdapat penutupan operasional bandara akibat gempa berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan di lapangan. Seluruh bandara dapat melayani penerbangan, termasuk penerbangan untuk mendukung mobilisasi masyarakat, bantuan kemanusiaan, logistik, serta kebutuhan penanganan pascabencana.
“Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Terhadap area-area berisiko, kami memitigasi dengan membatasi akses pengguna jasa pada area tersebut, tanpa mengganggu kelancaran operasional penerbangan,” tutur Lukman secara tertulis di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut hasil pemantauan, sejumlah kerusakan ditemukan pada bagian bangunan terminal, kantor, menara, serta fasilitas penunjang di sejumlah bandara. Namun, kondisi itu telah ditindaklanjuti, sehingga layanan penerbangan tetap dapat berlangsung.
Di Bandara Komodo, Labuan Bajo, misalnya, ditemukan kerusakan pada plafon terminal dan pos pemadam kebakaran, retakan pada dinding gedung administrasi, dan retak memanjang pada fillet taxiway A. Pembersihan terminal telah dilakukan dan operasional penerbangan tetap berjalan normal, termasuk menara (tower) bandara yang telah beroperasi baik.
Sementara itu, Lukman melanjutkan, Bandara H Hasan Aroeboesman, Ende, mengalami kerusakan pada plafon terminal serta retakan pada dinding gedung pos pemadam kebakaran (PKP-PK) dan struktur tower. Pembersihan area terminal telah dilakukan.
“Pelayanan lalu lintas udara didukung melalui penerapan contingency plan dengan memindahkan komunikasi ke Watchroom Gedung PKP-PK. Operasional penerbangan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan,” tuturnya.
Untuk Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, kerusakan terjadi pada partisi dinding kaca gedung terminal lantai dua. Perbaikan struktur dan mitigasi pengamanan dan pembatasan akses terus dilakukan. Pemerintah menegaskan bahwa operasional bandara dan navigasi penerbangan berjalan normal, sehingga seluruh penerbangan beroperasi sebagaimana mestinya.
Bandara Frans Sales Lega Ruteng mengalami kerusakan pada arsitektur terminal ACP, plafon ruang rapat, dinding PKP-PK, serta tower. Pembersihan dan evaluasi struktur lanjutan terus dilakukan. Hasil pemeriksaan akhir menunjukkan, sisi udara tetap aman dan dapat digunakan untuk melayani penerbangan.
Kerusakan ringan dialami Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere. Plafon dan kaca terminal lantai dua rusak, tetapi sisi udara, khususnya landasan pacu (runway) dan apron dalam kondisi baik. Alhasil, bandara tetap beroperasi, termasuk menjadi simpul pergerakan bantuan dan mobilisasi unsur pemerintah.
Bandara Soa Bajawa juga mengalami kerusakan pada plafon dan kaca terminal, serta retakan pada dinding sejumlah bangunan. Retak memanjang juga ditemukan pada runway. Pembersihan material dan pengamanan peralatan dilakukan untuk mengantisipasi adanya gempa susulan. Kegiatan penerbangan tetap berjalan dengan menerapkan pembatasan akses pada area tertentu yang dinilai berisiko.
“Bandara tetap beroperasi, tetapi keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Selain itu, maskapai penerbangan berwenang untuk melakukan evaluasi operasional dan penyesuaian penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” tutur Lukman.
Keputusan itu termasuk adanya hasil assessment internal yang menunjukkan perlunya penundaan, bahkan pembatalan penerbangan. Semua upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan seluruh pihak.
Kemenhub mengimbau seluruh penumpang untuk tetap mengikuti arahan petugas bandara, khususnya terkait pembatasan akses pada area tertentu. Penumpang diharapkan tidak memasuki area terbatas.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, akomodasi, daya tarik wisata, fasilitas, aksesibilitas serta sarana pendukung pariwisata terdampak. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama pemerintah daerah dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kerusakan, khususnya di wilayah yang mengalami kendala jaringan listrik dan telekomunikasi.
“BPOLBF memantau Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo secara umum tetap dapat menjalankan aktivitas pariwisata, setelah akses pelayaran dibuka kembali,” ujar Berton secara tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan data terakhir pada Minggu (16/8/2026) pukul 19.00 Wita, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo disebut berjalan normal, lancar, dan kondusif. Di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, misalnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mencatat 308 kapal wisata berangkat dengan 3.651 penumpang. Jumlah itu terdiri atas 2.840 wisatawan mancanegara dan 811 wisatawan domestik.
Aktivitas Pelabuhan Marina Labuan Bajo berjalan normal dan kondusif, sedangkan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo juga berangsur dibuka. Aktivitas wisatawan terpantau berjalan normal.
Sebelumnya, Berton mengatakan, status operasional beberapa bandara masih berbeda-beda, bergantung pada kondisi lapangan pada Senin (17/8/2026). Sebagian bandara masih membatalkan sementara sejumlah penerbangan, sedangkan beberapa layanan lainnya mulai berangsur normal.
Meski demikian, bantuan-bantuan bagi para korban gempa Flores terus diupayakan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membuka ruang bagi masyarakat, komunitas, dan instansi yang ingin menyalurkan dukungannya. Bantuan berupa barang/logistik, bukan kendaraan dapat diserahkan di Pelabuhan Bolok, Kupang, NTT. Kebutuhan yang dapat dikirim, antara lain makanan, air minum, obat-obatan dan perlengakapan medis, pakaian, selimut, perlengkapan tidur, tenda, popok dan kebutuhan bayi, serta kebutuhan darurat lainnya.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengemukakan, informasi jadwal keberangkatan dan koordinasi penyerahan bantuan, masyarakat dapat menghubungi Akbar ke nomor 0852-5220-0782. Bantuan wajib dikemas dengan baik, aman, dan layak kirim. Barang mudah pecah wajib ditandai “Fragile” atau “Barang pecah-belah”. Adapun barang berbahaya, mudah terbakar, beracun, dan barang yang dilarang sesuai ketentuan tidak dapat diterima.
ASDP telah menyiapkan Kapal Motor Penyeberangan Ile Labalekan untuk mengangkut bantuan logistik dari Pelabuhan Bolok, Kupang menuju Ende. Armada tersebut beroperasi rutin 2-3 kali per minggu.





