Penyaluran LPDB Koperasi capai Rp1,15 triliun hingga Juli 2026

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mencatat realisasi penyaluran dana bergulir mencapai Rp1,15 triliun hingga Juli 2026, atau tumbuh 44,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp796,69 miliar.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan realisasi tersebut setara dengan 54,8 persen dari target penyaluran dana bergulir tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp2,1 triliun.

“Yang kami dorong bukan hanya kuantitas penyaluran, tetapi kualitas pembiayaan. Tahun ini porsi target penyaluran kami diarahkan sebesar 85 persen kepada koperasi sektor riil dan kegiatan usaha produktif,” kata Krisdianto dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, fokus tersebut diperlukan agar dana bergulir dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, hingga peningkatan nilai tambah komoditas.

Secara kumulatif, selama 20 tahun beroperasi, LPDB telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp22,13 triliun kepada 3.909 mitra koperasi yang tersebar di 36 provinsi.

Baca juga: Menkop: LPDB siap dukung koperasi bangun pabrik CPO

Baca juga: LPDB tegaskan pengajuan dana bergulir koperasi gratis bisa dipantau

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong LPDB Koperasi memperkuat perannya dalam mendukung pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dikembangkan pemerintah di berbagai daerah.

Menurut Ferry, LPDB dapat menjadi salah satu instrumen pembiayaan bergulir bagi koperasi desa dan kelurahan, khususnya untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

“Pembiayaan tersebut harus diarahkan dengan fokus pada sektor produksi, sehingga mampu menciptakan efek pengganda atau multiplier effect yang menggerakkan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian berkelanjutan,” kata Ferry.

Namun, Ferry mengingatkan LPDB agar tetap memperkuat mitigasi risiko dan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Ia juga meminta LPDB terus melakukan pembenahan proses bisnis, memperkuat digitalisasi layanan, serta memperluas jangkauan pembiayaan kepada koperasi.

Menurut dia, penguatan tata kelola diperlukan agar peningkatan penyaluran dana bergulir tetap diikuti kualitas pembiayaan yang baik dan memberikan manfaat nyata bagi koperasi serta anggotanya.

Baca juga: LPDB siapkan KDKMP di Papua agar layak memperoleh pembiayaan

Baca juga: LPDB Koperasi gandeng 12 KJPP perkuat penilaian aset independen

Baca juga: Kemen-P2MI perluas skema pembiayaan terjangkau bagi calon PMI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proklamasi Indonesia dan Politik Dunia Pasca Perang Dunia II
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Komunitas penyelam kibarkan Merah Putih di bawah laut Maratua
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Ibu di Pamekasan Ditangkap Usai Bacok Anak Kandung hingga Tewas
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Infrastruktur Pascagempa NTT Berangsur Pulih, Listrik 99,5 Persen Kembali Menyala
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jembatan Bambu di Rebono Pasuruan Dinamai “Shirotol Mustaqim”, Sindiran Warga untuk Kades
• 10 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.