JAKARTA - Pihak kedokteran forensik yang melakukan ekshumasi atau autopsi ulang terhadap jasad Sutrimo, orang dekat eks Jampidsus Febrie Adriansyah, telah mengantongi sejumlah hasil. Di antaranya terkait riwayat penyakit yang dialami semasa hidup.
Ketua Persatuan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PMFI), Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengungkapkan riwayat penyakit tersebut diperlukan untuk pemeriksaan forensik lanjutan. Ia menyebut Sutrimo tercatat sempat mengalami diabetes dan penyakit jantung.
“Data riwayat sakit ya, sakit diabetes mellitus (kencing manis) dan jantung,” kata Sumy, Selasa (18/8/2026).
Meski begitu, Sumy menyebut riwayat kesehatan tersebut tidak serta-merta bisa dijadikan sebagai penyebab kematian Sutrimo. Ia menjelaskan proses analisis di Laboratorium Forensik hingga saat ini masih berjalan.
“Belum selesai hasil pemeriksaan lab nya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengakui pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo tidaklah mudah. Pasalnya, kondisi jasad Sutrimo telah memasuki tahapan pembusukan sejak dinyatakan meninggal dunia pada Kamis 23 Juli lalu.
Baca Juga:Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM“Karena jenazah sudah 19 hari tentu sudah busuk sekali itulah tantangannya,” pungkasnya.




