Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore, ditutup menguat seiring pelaku pasar memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) akan menahan tingkat suku bunga acuan bank sentral (BI-Rate) dalam pengumumannya Rabu (19/8) besok.
IHSG ditutup menguat 47,94 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.449,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,25 poin atau 0,20 persen ke posisi 631,03.
“Penguatan IHSG ditopang oleh ekspektasi bahwa BI-Rate akan tetap dipertahankan di level 5,75 persen, seiring inflasi yang masih berada dalam target BI serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang berada di level Rp17.862 per dolar AS pada Selasa (18/8) sore,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari dalam negeri, BI menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 dan 19 Agustus 2026, serta akan mengumumkan kebijakan suku bunga acuannya pada Rabu (19/8) besok.
Sepanjang 2026, BI telah menaikkan BI-Rate sebesar 100 basis poin (bps) yaitu sebanyak satu kali pada Mei 2026 sebesar 50 bps, dan sebanyak dua kali pada Juni 2026 dengan masing-masing kenaikan sebesar 25 bps.
Sementara pada pertemuan terakhir Juli 2026, BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level 5,75 persen.
Dari mancanegara, pelaku pasar masih terbebani setelah memudarnya harapan terhadap penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan ekspektasi terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan dari kawasan tersebut.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,24 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 1,65 persen dan 1,42 persen.
Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor keuangan yang turun sebesar 0,29 persen.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu KIJA, PADA, JARR, INET, dan ASLI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TCPI, BAIK, STAR, GRPM dan FUTR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.162.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,07 miliar lembar saham senilai Rp14,80 triliun. Sebanyak 419 saham naik, 248 saham menurun dan 296 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,45 persen ke 67.521,00, indeks Shanghai menguat 0,19 persen ke 3.990,18, indeks Hang Seng menguat 0,07 persen ke 25.471,85, indeks Kospi melemah 1,55 persen ke 6.869,97, dan indeks Straits Times melemah 1,16 persen ke 5.701,79.
Baca juga: IHSG lanjutkan penguatan di tengah pasar cermati domestik dan global
Baca juga: Ekonom sambut positif rencana Danantara mengelola saham BEI
Baca juga: GoTo pastikan kinerja keuangan positif dan tinjauan MSCI murni teknis
IHSG ditutup menguat 47,94 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.449,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,25 poin atau 0,20 persen ke posisi 631,03.
“Penguatan IHSG ditopang oleh ekspektasi bahwa BI-Rate akan tetap dipertahankan di level 5,75 persen, seiring inflasi yang masih berada dalam target BI serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang berada di level Rp17.862 per dolar AS pada Selasa (18/8) sore,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari dalam negeri, BI menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 dan 19 Agustus 2026, serta akan mengumumkan kebijakan suku bunga acuannya pada Rabu (19/8) besok.
Sepanjang 2026, BI telah menaikkan BI-Rate sebesar 100 basis poin (bps) yaitu sebanyak satu kali pada Mei 2026 sebesar 50 bps, dan sebanyak dua kali pada Juni 2026 dengan masing-masing kenaikan sebesar 25 bps.
Sementara pada pertemuan terakhir Juli 2026, BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level 5,75 persen.
Dari mancanegara, pelaku pasar masih terbebani setelah memudarnya harapan terhadap penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan ekspektasi terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan dari kawasan tersebut.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,24 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 1,65 persen dan 1,42 persen.
Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor keuangan yang turun sebesar 0,29 persen.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu KIJA, PADA, JARR, INET, dan ASLI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TCPI, BAIK, STAR, GRPM dan FUTR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.162.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,07 miliar lembar saham senilai Rp14,80 triliun. Sebanyak 419 saham naik, 248 saham menurun dan 296 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,45 persen ke 67.521,00, indeks Shanghai menguat 0,19 persen ke 3.990,18, indeks Hang Seng menguat 0,07 persen ke 25.471,85, indeks Kospi melemah 1,55 persen ke 6.869,97, dan indeks Straits Times melemah 1,16 persen ke 5.701,79.
Baca juga: IHSG lanjutkan penguatan di tengah pasar cermati domestik dan global
Baca juga: Ekonom sambut positif rencana Danantara mengelola saham BEI
Baca juga: GoTo pastikan kinerja keuangan positif dan tinjauan MSCI murni teknis





