Tak Hanya Bantuan Logistik, Korban Gempa NTT Dapat Trauma Healing di Pengungsian

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Upaya penanganan bencana tidak hanya diberikan dalam bentuk penyediaan kebutuhan dasar bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berkat kolaborasi antara pemerintah dengan sejumlah unsur masyarakat, upaya pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak terdampak bencana, juga dilakukan melalui kegiatan trauma healing dan penyediaan perpustakaan keliling di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka, NTT.

BACA JUGA:Cardo Hadirkan Mesh Boost, Jangkauan Komunikasi Kini Bisa Terhubung hingga 31 Pengendara

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pengungsi, khususnya anak-anak yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di lokasi pengungsian.

"Kehadiran perpustakaan keliling dan trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak," jelas Berton dalam keterangan resminya, Selasa, 18 Agustus 2026.

BACA JUGA:Puan Ungkap M Sarjito Jadi Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK

Ia mengatakan, dalam kegiatan trauma healing, pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama sehingga mereka tetap dapat menjalani aktivitas sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya.

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dan menyenangkan, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, hingga mengikuti aktivitas kelompok.

"Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana," jelasnya.

BACA JUGA:Tren Hunian Terintegrasi Kian Populer di Kalangan Urban, UX Tower Sold Out

Sementara itu, kehadiran perpustakaan keliling juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengisi waktu sekaligus menjaga aktivitas belajar dan bermain selama berada di pengungsian. 

Kehadiran perpustakaan tersebut, lanjut dia, didukung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.

Berton berharap layanan dukungan psikososial yang terjalin melalui kolaborasi antarpihak ini dapat terus diberikan selama masyarakat masih berada di pengungsian. 

Langkah tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit pascabencana.

"Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak," jelas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Tengah HUT RI, Warga Korban Gempa NTT Berharap Bantuan Makin Merata
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Dukung Pembangunan dan Keamanan di Sulsel, Pangdam Hasanuddin Terima Penghargaan
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Suhu Mesin Penting bagi Motor Matic, Ini Alasannya
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
DPR Dorong Finalisasi Perpres untuk Perkuat Perlindungan Ojol dan Kurir
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Imbas Demo BEM UI di Kawasan Bundaran HI, Dishub DKI Jakarta Imbau Hindari Ruas Jalan Sudirman
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.