Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan pangan lebih dari 31 ribu warga yang mengungsi akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Saifullah Yusuf Menteri Sosial mengatakan, Kemensos telah menyalurkan dukungan logistik senilai lebih dari Rp14 miliar untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, baik yang berada di posko pengungsian terpusat maupun mengungsi secara mandiri.
“Ada 31.000 lebih orang yang mengungsi. Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan dari Kementerian Sosial,” kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dukungan tersebut antara lain berupa 48 ton beras reguler dan 7.500 paket sembako. Kemensos juga menyiapkan stok penyangga logistik untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan selama proses tanggap darurat berlangsung.
Untuk memastikan kebutuhan makanan harian pengungsi terpenuhi, Kemensos mendirikan tujuh dapur umum yang dikelola personel Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Dilansir dari Antara, dapur umum tersebut tersebar di tujuh kabupaten, yakni Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dapur umum telah beroperasi untuk memenuhi konsumsi harian warga terdampak. Di Kabupaten Nagekeo, misalnya, dapur umum memproduksi sekitar 2.000 bungkus makanan per hari.
Sementara di Sikka mencapai 4.500 bungkus per hari dan di Manggarai sekitar 3.000 bungkus per hari.
Penjangkauan dan kapasitas pelayanan di sejumlah wilayah lainnya masih terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain makanan siap konsumsi, bantuan Kemensos mencakup berbagai kebutuhan pengungsian, seperti makanan untuk anak, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, hingga peralatan penerangan darurat.
Kemensos tidak hanya menyalurkan bantuan kepada warga yang berada di lokasi pengungsian terpusat.
Dukungan logistik juga diarahkan kepada masyarakat yang memilih mengungsi secara mandiri di sekitar wilayah terdampak.
Gus Ipul mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta TNI dan Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI-Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kami berkoordinasi, berkolaborasi memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak. Termasuk dapur darurat masyarakat juga pasokan logistiknya kami dukung, dicukupi,” ujarnya. (ant/saf/ipg)




