Tekankan Penerapan ESG dan Pemanfaatan AI, BPK Dorong Transformasi & Peningkatan Tata Kelola Kemenkum

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengapresiasi transformasi yang dilakukan Kementerian Hukum, dalam memperkuat tata kelola kelembagaan.

Penguatan reformasi birokrasi, inovasi pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga kerja sama internasional, dinilai menjadi modal penting untuk membangun pemerintahan yang semakin akuntabel.

Baca Juga :
Dua Pemain Industri Teknologi di RI & Asia Tenggara Bersinergi Kembangkan Adopsi AI Terkini
Perkuat Perlindungan Konsumen, Upbit Indonesia Tunjuk Irvan Tisnabudi Jadi Head of Operations

Apresiasi tersebut disampaikan Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas AKN IV BPK, saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan kementerian dalam lingkup koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan di Jakarta.

BPK Dorong Transformasi dan Peningkatan Tata Kelola
Photo :
  • [Istimewa]

Menurut Nyoman, capaian transformasi kelembagaan harus terus dikembangkan, agar pemeriksaan keuangan negara tidak berhenti pada penilaian kepatuhan. Tapi juga menghasilkan perbaikan tata kelola dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemeriksaan bukan hanya menghasilkan opini, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045 melalui penguatan tata kelola pemerintahan dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” kata Nyoman dalam keterangannya, Selasa, 18 Agustus 2026.

BPK mencatat, transformasi tersebut antara lain terlihat dari peningkatan kualitas reformasi birokrasi, pengembangan inovasi pelayanan publik, penguatan keterbukaan informasi, serta peningkatan kerja sama internasional.

BPK menilai, berbagai capaian itu menjadi modal penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. Namun, penguatan tata kelola ke depan juga perlu merespons perubahan lingkungan pemerintahan yang semakin digital.

Nyoman menekankan pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta transformasi menuju Government 5.0, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk analisis data dan kolaborasi lintas sektor.

“Government 5.0 menuntut pendekatan whole-of-government. Kunci dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 adalah bagaimana menerapkan kombinasi Government 5.0 dengan pengelolaan sumber daya yang mengedepankan keberlanjutan dengan prinsip ESG,” ujar Nyoman.

Menurut BPK, transformasi tersebut masih menghadapi tantangan, mulai dari belum meratanya kematangan digital, fragmentasi data pemerintah, keterbatasan talenta AI, integritas tata kelola, kapasitas SDM, hingga keamanan siber dan kolaborasi. Karena itu, penguatan tata kelola membutuhkan pendekatan yang terintegrasi lintas pemerintahan.

Di sisi lain, BPK masih merekomendasikan sejumlah perbaikan dalam hasil pemeriksaan 2025, meliputi penguatan sistem pengendalian intern, optimalisasi pengelolaan aset negara, peningkatan pengelolaan penerimaan negara, penyempurnaan pengadaan barang dan jasa, serta peningkatan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :
Fitur Canggih AI Bikin Identifikasi Barang Jadi Akurat
Indonesia Mulai Memburu Talenta AI
Prabowo Buka Jalan bagi Ilmuwan, Dokter, Ahli AI, Atlet, hingga Seniman untuk Bisa Dapat Kewarganegaraan Ganda

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Orang Dalam PSSI Bongkar Ketatnya Seleksi Shin Tae-yong, Dua Pemain Timnas Indonesia Sempat Di-hold
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
MotoGP Indonesia 2026 Buka 2.500 Lowongan Relawan untuk Warga NTB, Ini Syarat dan Jadwalnya
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa Flores Mengguncang Nurani, Palue Memanggil Peduli
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Pelantikan Pejabat Baru Polres Palopo Dorong Profesionalisme dan Pelayanan Optimal
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Gelar Upacara Terpisah dengan Prabowo, Megawati Kritik Penegakan Hukum Saat Ini
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.