Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung UOB, Jakarta Pusat pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari pantauan di lapangan Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berangkat dari kampus UI di Depok sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba di Bundaran HI sekitar pukul 13.00 WIB untuk memulai unjuk rasa. Berikut sederet fakta demo yang dilakukan BEM UI hari ini
Sempat Adu Mulut BEM UI dan polisiPada saat berlangsungnya demonstrasi, terjadi momen unik yakni adu mulut antara perwakilan mahasiswa dan aparat kepolisian yang berlangsung dari dua mobil komando yang berbeda.
Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, berusaha memberikan instruksi kepada teman-temannya agar dapat merapatkan barisan karena sebagian massa terhimpit di jalur bus TransJakarta.
Namun sebelum Fathimah selesai menyampaikan pesan, pihak kepolisian menyela dari mobil komando lain dengan instruksi agar massa tidak menghalangi laju bus TransJakarta. Interaksi tersebut berlangsung beberapa kali dengan perwakilan mahasiswa menegaskan bahwa dirinya bukan orator melainkan hanya berusaha menjaga keselamatan rekan-rekannya.
"Pak polisi, bapak (Kapolres Metro Jakarta Pusat) Reynold, saya dari tadi menggunakan mic saya bukan orator. Bapak tadi mengatakan saya orator, saya bukan orator pak. Saya memegang mic ini karena saya melihat teman-teman saya terhimpit. Saya meminta teman saya kembali ke sini (merapat barisan). Karena teman-teman saya berharga," ucapnya.
Polda Metro Terjunkan 6.962 Personel GabunganSementara itu untuk mengawal njuk rasa mahasiswa di sekitar Bundaran HI dan Patung Arjuna Wiwaha, Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat (Jakpus), Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan sebanyak 6.962 personel.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung menekankan agar seluruh personel menjalankan tugas secara humanis, sabar, terukur, dan tidak mudah terpancing.
“Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Reynold dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Delapan tuntutan mahasiswa kepada pemerintahDari aksi demo yang digelar hari ini, Selasa, 18 Agustus 2026, BEM UI menyuarakan 8 tuntutan utama kepada pemerintah yang menjadi fokus demonstrasi kali ini, antara lain:
-
Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
-
Menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
-
Mewujudkan reforma agraria sejati.
-
Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
-
Mengevaluasi Program Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan proyek Multi Banten Group (MBG) dan Kawasan Danau dan Mitigasi Pesisir (KDMP).
-
Menghentikan pemusatan kekuasaan dan mengembalikan otonomi daerah.
-
Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatera dan Flores serta mempercepat pemulihan.
-
Menghentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yon Trampil (YON TP).
Setelah menyampaikan aspirasi, ratusan mahasiswa secara mandiri membubarkan diri pada sore hari sekitar pukul 18.10 WIB. Pembubaran berlangsung tertib tanpa adanya arahan langsung dari petugas keamanan.
Massa meninggalkan lokasi bersama mobil komando menuju arah Semanggi. Petugas keamanan tetap berjaga untuk memantau situasi sehingga lokasi berangsur-angsur kondusif dan arus lalu lintas kembali normal.
Baca Juga:Gempa Dengan Magnitudo 6,1 Guncang Nias, Guncangan Terasa Hingga Kabupaten Agam





