Komisi IX DPR Minta Kemenkes Turunkan Psikolog untuk Korban Gempa NTT

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan menangani dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia meminta Kemenkes menjaga kesehatan mental masyarakat akibat stres terkena dampak gempa.

"Saya menyampaikan dukacita dan keprihatinan yang mendalam atas musibah gempa bumi yang terjadi di Flores NTT. Perlu diwaspadai penyakit yang timbul akibat gempa bumi berkaitan erat dengan kondisi lingkungan di tempat pengungsian," kata Yahya kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Yahya mengatakan sejumlah penyakit kerap muncul setelah gempa. Di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, leptospirosis, gangguan lambung, hingga gangguan mental akibat stres.

Baca juga: Kemensos Salurkan Rp 14 M untuk Penanganan Gempa NTT, Bangun 7 Dapur Umum

"Penyakit utama yang sering muncul akibat gempa bumi, antara lain, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, leptospirosis, gangguan lambung dan gangguan mental akibat stres," ujarnya.

Politikus Golkar ini pun mendesak Kemenkes segera mengirimkan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Kemenkes juga diminta mengirimkan alat kesehatan ke wilayah terdampak.

"Mendesak Kemenkes untuk turun tangan dengan mengirim tenaga medis dan tenaga kesehatan serta alkes yang diperlukan ke NTT guna meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah," ungkapnya.

"Korban gempa perlu penanganan segera terutama yang luka-luka berat dan ringan akibat reruntuhan bangunan. Kemenkes perlu kerjasama dan berkoordinasi dengan pemda setempat untuk memastikan bantuan kesehatan dapat diberikan dan berjalan dengan lancar," sambungnya.

Yahya juga menyoroti kesehatan mental masyarakat terdampak gempa. Menurutnya, warga di pengungsian rentan mengalami stres karena berada dalam kondisi serba kekurangan.

"Yang tak kalah pentingnya menjaga kesehatan mental warga masyarakat akibat stres sebagai dampak dari musibah gempa karena kondisi yang serba kekurangan, terutama bagi warga ditempat pengungsian," paparnya.

Baca juga: Mendagri Sebut Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen Penting Gratis

"Tenaga medis seperti psikiater dan tenaga ahli psikolog perlu diturunkan ke lapangan untuk mengatasi kondisi stres yang dialami warga yang terdampak gempa bumi," lanjut dia.

Yahya juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan sanitasi dan air bersih di lokasi pengungsian. Menurutnya, kondisi lingkungan yang tak sehat bisa meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit.

"Bantuan untuk sanitasi dan air bersih perlu diperhatikan agar warga terhindar dari berbagai macam penyakit akibat kondisi lingkungan yang tidak sehat sehingga menyebabkan warga masyarakat mudah terserang penyakit," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 40 ribu orang mengungsi imbas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengungsi terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Mensos Sebut 31 Ribu Warga Mengungsi Imbas Gempa M 7 di NTT

"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (18/8/2026).

Di Manggarai Timur, tercatat ada 966 mengungsi di posko BPBD, namun ada sekitar 14 ribu yang mengungsi mandiri. Total tercatat sekitar 15.465 jiwa yang mengungsi di sana. Di lokasi tersebut tercatat 25 orang tewas dan 442 orang luka berat serta 513 orang luka ringan.




(amw/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Undian Fase Grup AFC Champions League Two 2026/2027: Persib Bisa Bergabung di Grup Neraka
• 19 jam lalubola.com
thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini 19 Agustus 2026 Malang Raya dan Kota Batu Berawan
• 3 jam laluberitajatim.com
thumb
Kepala BGN Bersiap Evaluasi Insentif Rp 6 Juta Per Hari Pada SPPG
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Sempat Bersitegang! Demo Mahasiswa UI Tuntut Hentikan Program Pemerintah Tertahan di UOB
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Dosen UBSI Terlibat Riset BRIN, Kaji Model Dana Abadi Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.