JAKARTA, KOMPAS.TV - Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di delapan wilayah Indonesia pada Rabu (19/8/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menandai Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat termasuk Jabodetabek, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara dengan warna kuning dalam prakiraan cuaca hari ini.
Prakirawan Miftah Ali dalam tayangan pembaruan informasi cuaca BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah tersebut terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selain delapan wilayah tersebut, hujan juga diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar dengan intensitas ringan hingga sedang.
"Perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang berada di beberapa wilayah yang berwarna kuning," kata Miftah.
Baca Juga: UPDATE! BNPB-Basarnas Soal Korban Gempa NTT Bertambah: 70 Wafat, 1.182 Luka-luka, 40 Ribu Mengungsi
8 Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga LebatWilayah yang ditandai warna kuning tersebar di Sumatera bagian barat, Jawa bagian barat, serta Kalimantan bagian timur dan utara.
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Bengkulu
- Banten
- Jawa Barat, termasuk Jabodetabek
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
Potensi hujan tersebut merupakan prakiraan untuk wilayah yang ditandai dalam peta cuaca. Intensitas hujan di setiap daerah tidak selalu sama.
10 Kota Diprakirakan HujanDalam prakiraan kota-kota besar, terdapat 10 kota yang berpotensi mengalami hujan pada Rabu.
Medan menjadi satu-satunya kota yang diprakirakan mengalami hujan sedang. Sembilan kota lainnya berpotensi mengalami hujan ringan.
Berikut rinciannya:
- Medan: hujan sedang
- Padang: hujan ringan
- Tanjung Pinang: hujan ringan
- Serang: hujan ringan
- Jakarta: hujan ringan
- Bandung: hujan ringan
- Tanjung Selor: hujan ringan
- Mamuju: hujan ringan
- Jayapura: hujan ringan
- Jayawijaya: hujan ringan
Baca Juga: Suasana di Depan UOB Sudirman usai Aksi Mahasiswa Mulai Berakhir
Bibit Siklon Tropis 95W DipantauPotensi pertumbuhan awan hujan tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer yang sedang dipantau BMKG, termasuk bibit siklon tropis 95W di Laut Filipina bagian barat.
Sistem itu memiliki tekanan pusat 1003 hPa dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan bergerak ke arah barat-barat daya.
Miftah Ali menyebut peluang bibit siklon tropis 95W berkembang menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam ke depan masih rendah.
"Secara umum potensi bibit siklon tropis tersebut dalam 48 hingga 72 jam ke depan untuk menjadi siklon tropis berada dalam kategori peluang rendah," ujarnya.
Sistem tersebut menginduksi daerah konvergensi dan konfluensi di Laut China Selatan, pesisir barat Filipina bagian utara, serta di sekitar bibit siklon tropis.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Hujan Hari Ini
- BMKG
- Prakiraan Cuaca
- Cuaca Indonesia
- Hujan Lebat





