JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan membangun saluran air bawah tanah di Jalan Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, pembangunan saluran dilakukan menggunakan metode jacking.
Dengan metode tersebut, pemasangan pipa dilakukan di bawah permukaan tanah sehingga jalan tidak perlu dibongkar.
Baca juga: Di Balik Demo 18 Agustus di Jakarta, 21 Orang Ditangkap, Petasan hingga Golok Disita Polisi
"Proyek ini direncanakan berlangsung selama enam bulan. Dengan metode jacking, kami berharap area yang biasa tergenang, mulai dari Karang Tengah hingga ke kawasan Adhyaksa dapat diminimalisasi bahkan dihilangkan," ujar Syafrin dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).
Syafrin menjelaskan, saluran baru tersebut dibangun di bawah tanah dengan kedalaman yang berbeda di setiap titik, mulai dari sekitar tujuh meter.
Sementara di bagian hulu, kedalaman saluran mencapai sembilan hingga 12 meter yang nantinya bermuara ke Kali Pesanggrahan.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Santo mengatakan, pemasangan pipa ditargetkan selesai pada awal Desember 2026.
Pipa yang digunakan memiliki diameter 1,2 meter dengan panjang keseluruhan mencapai 1.298 meter atau hampir 1,3 kilometer.
Santo menyampaikan, pembangunan saluran ini ditujukan untuk mengatasi genangan yang selama ini terjadi di sejumlah titik sepanjang jalur tersebut, antara lain persimpangan PHB Pertanian, Kompleks DKI, Kompleks Bona Indah, hingga kawasan Adhyaksa.
"Volume pengerjaannya hampir sepanjang 1.300 meter dari PHB Pertanian sampai ke PHB Adhyaksa. Saat ini pengerjaan berada di Pit 1 dari total 10 pit yang akan dibuat," kata Santo.
Baca juga: Langkah BEM UI Dihentikan Polisi di Sudirman, Perdebatan dan Saling Dorong Tak Terhindarkan
Ia menjelaskan, saluran di PHB Adhyaksa Ia menjelaskan, saluran di PHB Adhyaksa nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam sistem tersebut karena kapasitas penampungannya dinilai cukup besar untuk menerima aliran air dari bagian hulu.
Meski tidak membongkar jalan, pekerjaan proyek tersebut tetap berdampak pada lalu lintas di sekitar lokasi.
Pengguna jalan diminta mengikuti rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan selama proyek berlangsung.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





