Barcelona Kini Alihkan Fokus Kejar Pemain Nomor 9

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, BARCELONA—Setelah ditinggal Ferran Torres dan merekrut Rodri serta Joao Cancelo, Barcelona kini sepenuhnya fokus pada perburuan pemain nomor 9 untuk menggantikan Robert Lewandowski.

Kedatangan Rodri terasa seperti awal dari fase akhir bursa transfer ini, bukan penutupnya. Ia memperkuat satu lini, namun juga memungkinkan klub untuk melangkah ke tahap akhir bursa transfer dengan kepastian lebih besar dan beban struktur gaji yang sedikit lebih ringan.

Dikutip dari EPL Index, Aspek paling menarik dari laporan tersebut berkaitan dengan langkah Barcelona selanjutnya. Tidak ada upaya pengalihan isu di sini.

Segala upaya akan difokuskan pada satu posisi: penyerang tengah.

Sikap lugas seperti ini terasa menyegarkan sekaligus signifikan. Klub-klub sering kali menyebar minat ke berbagai posisi, membiarkan berbagai kemungkinan terbuka di pasar transfer. Sebaliknya, Barcelona tampaknya telah mengambil kesimpulan sederhana: mereka membutuhkan pemain bernomor punggung 9.

Alasannya cukup jelas. Kepergian Torres membuat kebutuhan ini semakin mendesak, karena Barcelona kini tidak lagi memiliki pemain spesialis di posisi tersebut.

Dalam sepak bola level elite, situasi ini cukup berisiko. Sistem permainan memang bisa disesuaikan dan peran false nine bisa diterapkan sebagai improvisasi, namun tim yang bersaing memperebutkan gelar juara biasanya membutuhkan satu sosok andalan sebagai titik tumpu di lini depan, terutama untuk mengarungi musim domestik dan Eropa yang panjang.

Nama yang muncul pun sudah tidak asing lagi. Target utama, sebagaimana yang telah menjadi prioritas sepanjang musim panas, adalah Julian Alvarez.

Kekaguman Barcelona tidak memudar, dan laporan tersebut menambahkan bahwa Barca belum menyerah untuk mendapatkannya, meskipun Atletico tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menjualnya.

Di sinilah letak ketegangan utama menjelang pekan-pekan terakhir bursa transfer. Menginginkan seorang pemain dan benar-benar berhasil memboyongnya adalah dua hal yang sangat berbeda.

Ada pula nuansa persaingan sengit ala sepak bola tempo dulu dalam saga ini. Ketika Barca mengklaim telah mengajukan tawaran sebesar €100 juta untuk pemain timnas Argentina tersebut pada akhir Mei, Atletico membantahnya dengan tegas dan bereaksi melalui serangkaian unggahan bernada ejekan di media sosial.

Kalimat tersebut menggambarkan situasi pasar transfer modern dengan sangat tepat; negosiasi tidak hanya berlangsung di ruang kantor, tetapi juga melalui layar, di mana pesan publik menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan posisi tawar yang lebih kuat.

Hal yang paling menarik adalah profil pemain yang diinginkan oleh Hansi Flick. Laporan tersebut menyebutkan, Flick menginginkan tambahan pemain berpengalaman di lini serang.

Ia menilai skuad saat ini sudah memiliki banyak pemain muda, sehingga untuk perekrutan seperti ini, ia menginginkan sosok yang memiliki rekam jejak yang terbukti.

Pandangan tersebut sangat masuk akal mengingat kebutuhan Barcelona saat ini.

Akademi dan sistem perekrutan klub telah menghadirkan pemain-pemain muda yang dinamis dan menjanjikan.

Kini, yang mereka butuhkan adalah kepastian—seorang penyerang yang datang dengan bukti nyata, bukan sekadar potensi.

Julian Alvarez memenuhi kebutuhan tersebut dengan sempurna. Apakah Barcelona bisa mewujudkannya masih menjadi pertanyaan, namun logika di balik upaya perekrutan ini sulit dibantah. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transaksi Nego Misterius Rp1,42 Triliun di Saham DSSA, Siapa di Baliknya?
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Porbikawa Jatim Turunkan 100 Karateka di Piala Kemenpora, Target Juara
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
OIKN alokasikan Rp5,3 triliun guna bangun kawasan legislatif-yudikatif
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
ChatGPT Versi Baru Khusus Buat Anak, Orang Tua Wajib Tahu
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
”Screen Time” yang Tepat Mendukung Kognitif Anak dan Remaja
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.