JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, (15/8/2026) lalu, mengakibatkan 70 korban jiwa meninggal dunia.
Data per Selasa (18/8/2026) menunjukkan selain memakan korban jiwa, tim gabungan juga melaporkan bahwa sedikitnya terdapat 132 orang mengalami luka-luka.
Baca juga: Pasien dan Nakes di Posko Medis Damer NTT Kekurangan Nutrisi, Sering Makan Mi Instan
Jarak geografis antara pemerintah pusat di Jakarta sangat jauh dari NTT, sering kali membuat distribusi logistik hingga penanganan darurat saat bencana memerlukan waktu.
Dalam kondisi darurat ini, pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian berjanji tidak akan membiarkan para korban gempa NTT merasa sendirian.
Penyaluran BantuanMenteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa kementeriannya secara total telah menyalurkan Rp 14 miliar anggaran negara untuk penanganan darurat NTT.
Nilai bantuan tersebut diberikan dalam sejumlah jenis bantuan, yakni beras, sembako, perlengkapan pengungsi, santunan ahli waris, hingga santunan korban luka.
Beras reguler 48 ton senilai Rp 627.0000; sembako 7.500 paket senilai Rp 2.250.000.000; butterstock logistik Rp 4.518.328.378; santunan ahli waris untuk 70 jiwa (15 juta) Rp 1.050.000.000; santunan korban luka (5 juta) untuk 199 orang Rp 995.000.000; serta pembangunan dapur umum Rp 5.167.610.000.
Baca juga: Pemerintah Kirim 65 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT dengan 5 Pesawat
Gus Ipul melanjutkan, bantuan untuk korban jiwa dan korban luka masih akan terus diperbarui jika adanya penambahan data dari Tim Gabungan.
Sementara itu, untuk mendukung operasional posko, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan dua unit genset dan 10 unit velbed atau tempat tidur lapangan.
Bantuan senilai Rp 200 juta juga diberikan untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Sama seperti Kemensos, Mendagri Tito Karnavian juga menyalurkan santunan duka sebesar Rp 15 juta kepada keluarga korban meninggal.
Baca juga: Pemerintah Kerahkan KRI Bung Hatta Bawa Logistik untuk Korban Gempa NTT
Dia mengatakan bahwa penanganan bencana di NTT masih terus dilakukan selama masa tanggap darurat berlangsung kurang lebih dua pekan.
Pemerintah terus melakukan pendataan kebutuhan masyarakat terdampak untuk mempercepat penyaluran bantuan serta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.
Infrastruktur RusakDari data Kemensos mengungkap bahwa terdapat 31.000 lebih orang mengungsi dan 16.000 KK terdampak akibat gempa yang merobohkan rumah-rumah mereka.
Dari sisi kerusakan, sebanyak 12.153 rumah terdampak. Rinciannya, 6.578 rumah mengalami rusak berat, 1.660 rumah rusak sedang, dan 3.915 rumah rusak ringan.





